Kau Benar, Aku Tak Ingin Biru

“Biru saja ah…”
“Jangan biru….”
“Kenapa, bukankah aku suka biru?”
“Ah, kau suka biru hanya saat-saat awal hidupmu saja. kau suka biru saat nonton Power Ranger warna biru. Berkacamata. Ahli menguasai teknologi. Lalu kau suka biru saat teman-temanmu menjagokan Intermilan dengan seragamnya biru-hitam. Setelah itu kau tak lagi peduli warna-warna, termasuk biru.” Terang Napas. Baca lebih lanjut

Iklan

kumohon jangan rindu

kumohon jangan rindu padaku
seperti rindunya batang-batang kangkung ingin ditumis
seperti rindunya pasir hitam pantai ingin dibelai ombak parangtritis
seperti inginnya paving-paving trotoar diinjaki kaki-kaki para penunggu halte bis

janganlah merinduiku
karena hatimu pasti takkan mampu
menahan beratnya beban ini rindu
bisa-bisa hatimu retak, pecah, terpukul lebam membiru

sudahlah, stop merindukanku
biar aku saja yang rindu padamu
biar aku saja yang menanggung tiupan rindu di dalam qalbu
semoga saja qalbuku bisa elastis sanggup menampung kenang bayangmu

***

iktikaf

malam ini di sebuah masjid, ada: dingin gerimis bulan juni, dengungan tilawah, dan aku.

di antara dua itu manakah yang membunuhku…

Kucuran dengung tilawah membuat aku tak bernafas tenggelam,

ataukah dingin taring gerimis juni yang menerkam…