Kartu ATM Tertelan di Mesin ATM

atm baru

 

Dear Deary,
ku ingin cerita kepadamu
tentang kartu atmku
yang selalu ada di dompetku

semenjak kartu atmku tiada
hidupku jadi bahagia
dompetku semakin simpel dan tipis
celanapun jadi mudah dipakai untuk duduk, tidak tebal sebelah

🙂

***

Wonogiri, Hari itu hari Jumat tanggal 29 Agustus 2014 kartu ATMku terpaksa masuk kembali ke mesin ATM karena tidak segera diambil-ambil oleh pemiliknya.

Singkat cerita, Senin tertanggal 1 September 2014, diriku segera meluncur ke bank yang bersangkutan untuk mengurus kartu tersebut, kartu tempatku mengambil segala payahku dan jerihku selama 1 bulan, kartu yang berjasa menafkahi keluarga…

Yang perlu dibawa ke bank antara lain:
1. Buku Tabungan
2. KTP
3. Uang Rp. 15.000,00

Form yang wajib diisi ada 3 buah:
1. Laporan kehilangan
2. Laporan pelengkap
3. Lembar permohonan kartu ATM baru

Berikutnya dapat kartu baru dan nomor PIN baru. Langkah selanjutnya ke ATM dan mengubah PIN standar.

***

Sudah. Begitulah pengalamanku. Bagaimana dengan anda?

***

NB: Mohon maaf, postingannya garing, sudah berapa bulan gak mosting, harap maklum.

Cita-cita

IMG0740A

 

Dear blog, sebenarnya sudah cukup lama, sekitar 3 atau 4 pekan yang lalu, kota tercinta Wonogiri kedatangan proyek Nonton Bareng Film Inspiratif dari Kementerian Pendidikan Nasional. Anak-anak yang menonton berasal dari instansi sekolah yang mendaftarkan dulu di UPT Kemdiknas, baru kemudian anak-anak mendapatkan uang saku. Selain mendapat uang saku dan tentu saja film gratis, anak-anak juga mendapat t-shirt, topi, tas dan peralatan sekolah. Sedangkan bagi guru pendamping juga mendapat dua film tontonan gratis dan uang saku juga serta Guide Bag. Acara ini diselenggarakan di seluruh kota di Indonesia.

Kebetulan saya diamanahi untuk mendampingi anak-anak kelas 5. Untuk film pertama, saya tidak ikut nonton, nontonnya baru film kedua yang berjudul “Cita-citaku Setinggi Tanah”. Berikut pendapat singkat tentang film ini.

Film ini lebih berisi ejekan kepada tipe orang-orang yang antara lain sebagai berikut,

Pertama, kepada orang-orang yang cita-citanya mainstream, seperti menjadi pilot, dokter, insinyur dan lain-lain. Ditampilkan secara wawancara dalam film tentang orang-orang yang bercita-cita ‘biasa’, kalau nanti cita-citanya itu hanya digantungkan saja di langit dalam angan-angan untuk dilihat dari bawah dan untuk dilihat dengan decak kagum, perkataan ‘wah’. Bahkan ada orang yang mewariskan cita-citanya kepada anaknya karena dirinya yang sekarang tidak mampu mencapai cita-citanya itu.

Dan kedua, adalah sindiran kepada orang-orang dengan cita-cita yang terlalu sederhana, seperti ‘ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa serta agama’ atau cita-cita ‘ingin menjadi orang yang membahagiakan orang lain’. Digambarkan di film tersebut, ada anak yang bercita-cita seperti itu dan tiap hari kerjanya hanya ‘ithik-ithik upil’ dan menunggu ada teman yang membutuhkan pertolongannya supaya temannya nanti bisa bahagia.

Sedangkan sang tokoh utama sendiri bercita-cita ingin makan di rumah makan padang karena hanya merasa bosan dengan hari-harinya yang selalu makan dengan lauk tahu bacem.

Saya jadi teringat kalau diri ini adalah diri yang merasa cita-cita adalah bullshit karena waktu kecil tak mampu mendefinisikan apa itu cita-cita. Saya sekitar usia SD dulu ada beberapa guru dan orang-orang yang senantiasa menanyakan apa cita-cita saya. Awalnya saya gelagapan, tapi lambat laun saya hanya menggeleng sambil berkata kalau saya belum punya cita-cita. Saya tanyakan ke ibu, dan beliau menjawab, bahwa cita-cita kan sangat banyak, jadi dokter, pilot, insinyur, tinggal pilih saja.

Ternyata sama, mainstream juga.

Setidaknya film ini memberikan inspirasi kalau cita-cita tak harus tinggi, bahkan sangat berefek berbahaya jika cita-cita hanya digantungkan saja di langit, menjadi hiasan di langit-langit angan. Karena langit berbeda dengan bumi dan kita, manusia, tidak hidup di langit.

Cita-cita lebih berarah kepada perencanaan. Apa itu perencanaan? Perencanaan adalah seperangkat paket antara tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. Kalau kalian, menurut kalian apa itu cita-cita?

***

Arti Curhat

Screenshot - 04182013 - 05:14:20 AM

Seperti dedaunan yang bergemerisik ramai, menceritakan alam. Dedaunannya menjelma bagai sayap yang membawa sang pohon terbang bebas lepas. Seperti akar yang andai bisa bicara, akan terdengar ramai suara-suaranya menyeruput air dari dalam tanah, tuk melepaskan dahaganya. Dan seperti itulah curahan hati, keluar untuk melepaskan beban si pemilik hati. Baca lebih lanjut