Mendaki Prau

Gunung Prau terletak di Wonosobo, satu kompleks dengan Pegunungan Dieng.

Ada banyak objek yang dijadikan sasaran:

1. Bukit Sikunir: Cocok buat para pencari sunrise

Kamehame..ha...

Kamehame..ha…

2. Batu Pandang: Untuk melihat Telaga Warna
telaga warna

3. Danau Sicebong: Danau kecil yang letaknya di tempat parkir Bukit Sikunir

Beruntung, pas memfoto, ada banyak capung

Beruntung, pas memfoto, ada banyak capung

4. Gunung Prau:
a. Rute jalan berbatu
jalan batu

b. Rute mendaki

Rutenya terjal dan curam

Rutenya terjal dan curam

c. Pemandangan Ladang Lereng Gunung
ladang

d. Camp Sunrise

Sunrise dilihat dari Prau

Sunrise dilihat dari Prau

Paling Belakang Gunung Sumbing, depannya Gunung Sindoro

Paling Belakang Gunung Sumbing, depannya Gunung Sindoro

e. Padang Bunga Daisy, Bunga Semak dan Bukit Teletubies

Bunga Daisy

Bunga Daisy

Tanaman yang pucuk tangkai atasnya merah di Bukit Teletubies

Tanaman yang pucuk tangkai atasnya merah di Bukit Teletubies

Bunga Semak

Bunga Semak

***

Ceritanya:
30-31 Mei 2015 diajak oleh sekumpulan orang-orang yang hobi foto untuk naik ke Gunung Prau. Rencananya seperti itu, tetapi karena terbujuk rayuan panitia yang mau persiapan pemanasan akhirnya tanggal 29 malam berangkat menuju Sikunir dulu 🙂

Secara pendakian, Gunung Prau tidak terlalu melelahkan (dibandingkan Lawu, Merbabu, Sindoro atau Sumbing) karena rutenya terus menanjak dan menanjak. Sama sekali tidak ada jalan mendatar. Kalau di Lawu, Sindoro atau Sumbing alurnya cenderung landai, datar sambil sedikit demi sedikit naik hingga butuh waktu lebih banyak. Sedangkan di Prau waktu jarak tempuh juga lumayan singkat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai ke puncak, atau bisa lebih singkat jika jumlah pendakinya sedikit.

Hanya saja, saking banyaknya pendaki, jadinya perjalanan menjadi lambat. Efeknya, keringat yang mengucur akibat jalur pendakian yang menguras tenaga, menjadi lebih cepat dingin ditiup oleh angin bercampur kabut. Dingin menusuk kulit menembus sampai ke tulang sumsum 😀

Namun semuanya itu terbayar lunas saat sampai di Camp Sunrise. Malamnya kita berburu Milky Way, kemudian paginya menunggu matahari terbit. Serta pulangnya bisa melalui jalur saat mendaki atau bisa juga lewat jalan terus melalui Bukit Teletubies.

Yang menjadi kelebihan Gunung Prau ini, setidaknya dari sisi lokasi, sangat indah melihat Sindoro-Sumbing serta di kirinya muncul sedikit puncak Merapi. Juga bentuknya yang berbukit-bukit hingga banyak pilihan titik untuk mengabadikan semuanya itu lewat foto-foto.

Sedangkan dari sisi pengelolaan, sudah cukup bagus, bersih, tata-tertib gunung sudah dilakukan. Hanya saja masih banyak dari mereka yang mengaku pendaki pecinta alam yang ternyata masih merusak alam. Misalnya buang sampah sembarangan, mencorat-coret bebatuan, pepohonan. Padahal sudah ada peraturan dan hukumannya.

Disamping itu alur pendakian waktu keberangkatan dan kepulangan jadi satu, padahal alurnya sempit. Jadi sering terjadi kemacetan. Mungkin bisa dikelola dengan pembagian jam untuk mereka yang naik dan mereka yang turun. Atau kalau perlu dibuatkan pemisahan jalur khusus bagi yang naik dan jalur khusus bagi yang turun.

Meski begitu kami puas.

Tebak, pemilik blog ini yang mana? :P

Tebak, pemilik blog ini yang mana? 😛

Terima kasih kepada komunitas ToekangPoto yang sudah mengajak saya.

Ini laporan jalan-jalannya sudah lengkap belum ya? Oh masih ada:
1. Kalau beli oleh-oleh Carica (pepaya kecil khas Wonosobo), sebaiknya yang sudah bentuknya manisan. Karena kalau masih bentuknya buah, masih harus banyak proses lagi. Mengupasnya harus bergelut dengan kulitnya yang liat, getahnya membuat tangan gatal-gatal. Dan lagi setelah dikupas tidak langsung dimakan karena rasanya hambar. Namun masih harus direbus dengan air gula supaya jadi manisan.

2. Bagi yang mau tetap eksis update status dan online, sinyal yang tersedia sampai puncak salah-satunya adalah Tel***sel.

Iklan

Wediombo 16 Mei 2015

Foto-foto di Pantai Wediombo ini sudah ngendon di hape sumsang bajakan selama 1 pekan yaitu tertanggal 16 Mei 2015, karena bingung mau dihapus atau tidak. Teman-teman yang lain bawanya kamera dslr dan pocket, jadi kualitas gambarnya lebih keren. Lha saya bawanya cuma hape. Daripada dihapus mending buat postingan saja.

Pantai di mana-mana perangkat yang harus ada adalah pasir pantai, air asin dan harus berombak. Pantai Wediombo ini sudah memenuhi syarat-syarat itu.

Wediombo mengarah ke arah barat laut, jadi bila mau mengunjungi pantai ini baiknya sore hari. Tepat bagi para pemburu sunset.

Wediombo terletak di Gunungkidul Jogjakarta. Gunungkidul meski terjatah sinar matahari yang berlebih serta tanahnya yang tidak begitu subur, tapi kabupaten ini diberi karunia berupa pantainya yang banyak berjejer, tiap jengkal di peta sudah berubah nama. sebut saja Pantai Baron, Sondakh, Kukup, Krakal, Indrayanti dan sebagainya.

wediombo2015

wediombo2015a

wediombo2015a2

Kelebihan Wediombo selain menghadap ke arah sunset, adalah pengelolaannya yang sudah baik. Tempatnya bersih dan akses jalan menuju ke sana sudah halus, mulus dan lancar. Kelebihannya yang lain baru di pantai ini ada yang namanya persewaan snorkle dan papan selancar. Biasanya di pantai-pantai selatan Jawa banyak peringatan supaya tidak bermain air terlalu jauh, tapi di pantai ini malah dibolehkan surfing. Di samping itu Wediombo masih lumayan sepi dari pengunjung.

Sedangkan yang menjadi kelemahan adalah sepertinya pembangunan jalan, tangga dan infrastrukturnya masih terkesan buru-buru. Buktinya tangga akses masuk jalur evakuasi hancur seperti longsor. Jika dicermati pembangunannya tidak menggunakan rangka. Hanya batu-batu disusun kemudian disemen.

wediombo2015a3

wediombo2015a4

Demikian laporan dari kami tentang Pantai Wendiombo. Sekian dan terima kasih.

Tahun Baru 2014 di Pantai Klayar

Tanggal 1 Januari 2014. Liburan sekolah. Pergi ke tempat-tempat rekreasi, terutama pantai, adalah sebuah kesalahan besar, ditambah lagi kalau pantai tujuannya memiliki jalan akses yang jalannya itu rusak parah level 15 serta sempit! Pantai yang sebenarnya indah menjadi tertutupi indahnya. Tapi jika kau seorang anak desa dari gunung yang mengidam-idamkan kondisi macet seperti perkotaan dan rela berjalan jauh dari parkiran menuju lokasi demi mendapatkan ramainya orang bersama-sama menikmati pantai, maka datang dan nikmatilah 🙂

klayar-full

Pantai Klayar terletak di Pacitan, Jawa Timur. Pantainya indah dan lebih indah ketika kondisi pasang.

klayar-default

klayar

klayar-4bidden

klayar-kali

klayar-mendung

Sempat hujan sekitar satu jam, tapi tidak sempat foto-foto bagaimana paniknya orang-orang menyelamatkan diri dari badai 🙂 Setelah itu cuaca cerah kembali dan saatnya main-main pasir lagi 🙂

klayar-amam-pipah

***