Back Up Data

Banyak orang meremehkan tentang menyalin kembali data-datanya. Termasuk saya yang dahulu. Pada waktu itu karena ingin mencoba OS baru namanya Linux Pear akhirnya semua data terhapus pus pus pus meong karena salah format partisi hardisk.

Karena pengalaman itulah sekarang saya merasa perlu untuk memback up alias menyalin data ke hardisk lain.

Semua data yang sudah kita kumpulkan, kita buat atau kita tampung, menjadi tidak akan ada artinya jika terhapus, komputer kita rusak atau juga sebab-sebab yang lain. Bisa dibayangkan misalnya hasil presentasi yang sudah letih dibuat, kemudian terhapus, terkena virus.

Bagi para mahasiswa jika data skripsi belum diback up, maka back uplah segera. Bagi pegawai kantor segeralah back up data-datamu. Bagi semuanya saja, back up atau menyalin data ke tempat lain adalah sebuah tindakan penyelamatan. Ibarat mobil yang telah menyediakan ban serep. Ibarat bahtera yang telah menyiapkan sekoci-sekoci. Maka segera buatlah salinan, back up. Sebelum menyesal. Sebelum menyesal. Sebelum menyesal.

Sebelum tenggelam.

Iklan

Arti Penting Dokumentasi

Dokumentasi bisa juga berarti mencatat. yakni mencatat suatu peristiwa, ilmu dengan buku, kertas dan ditulis. Atau dokumentasi juga bisa dengan gambar, bisa melalui foto dan video.

Kenapa dokumentasi itu penting bagi saya?

10. Mengisi buku catatan
Dokumentasi adalah sekedar mengisi buku catatan yang putih bersih agar berwarna dan menarik, setidaknya membuat hidup yang biasanya biasa-biasa saja kemudian menjadi menarik jika dapat tertulis sempurna di blog atau catatan.

9. Mengisi waktu
Apalagi tepat menunggu buka puasa, mendokumentasikan kegiatan satu hari ini akan banyak menguras waktu hingga adzan maghrib menjelang.

8. Rekam
Dokumentasi adalah sistem perekam untuk mencegah hal-hal buruk agar tidak terulang, untuk menciptakan hal-hal baik agar dapat terulang.

7. Mengikat ilmu
Ilmu dan pengalaman ibarat binatang buruan. Jika setelah ditangkap tidak diikat, maka larilah ilmu itu. Tali ikatan itu adalah do and the ku and the men and the ta and the si… dokumentasi…. lebai ah

6. Nostalgia
Dengan melihat lagi catatan yang telah tercatat, dokumentasi yang telah terdokumentasikan, maka alam bawah sadar akan kembali ke jaman atau era atau saat catatan itu tercipta. Itulah yang disebut nostalgia. Pasti selalu bahagia, meski itu adalah pengalaman pahit sekalipun. Pasti ketika dibaca lagi, bibir dengan secara otomatis menarik ujung kiri dan kanannya ke belakang. Seimbang maksimal. Senyum dan bahagia.

5. Album
Tak ubahnya seperti album yang menyimpan pengalaman.

4. Perpustakaan
Kita harus bangga bila sudah mendokumentasikan sesuatu, karena dengan itu kita sudah bisa membuat perpustakaan pribadi. Perpustakaan itu nantinya bisa menjadi sumber ilmu bukan cuma bagi diri sendiri, melainkan juga orang lain.

3. Menunjukkan ke Orang lain
Itu tadi sudah terjawab. Apalagi bila mendokumentasikannya melalui blog. Bukan cuma kita yang beruntung, tetapi orang lain yang mengakses blog catatan kita juga terbantu masalahnya bila mempunyai masalah yang sama.

2. Menuangkan isi kepala
Seperti Dumbledore, kepala sekolahnya Harry Potter. Ketika isi kepalanya sudah penuh, daripada tidak muat lagi, semua ilmu-ilmu yang tersimpan di otak dituangkan, sehingga otak kembali kosong, siap diisi ilmu lagi.

1. Karena Saya Pelupa parah
Yang terutama kenapa dokumentasi bagi saya penting adalah karena saya pelupa parah. Perlu ada catatan, dokumentasi agar semuanya teringat kembali.

Demikian kenapa dokumentasi itu penting. Semoga bermanfaat. Salam super.

Belajar Memanajemen Rasa Takut Lewat Avengers: Age Of Ultron

Kalau membicarakan mengenai resensi film Age Of Ultron ini rasanya sudah kadaluarsa. Filmnya sudah lama berlalu. Dan biasanya yang dibahas oleh reviewer adalah mengenai kekurangan film ini yang Tony Stark-nya terlalu serius, terlalu banyak dramanya atau jalan ceritanya yang jelek.

Atau tidak banyak juga para pengulas film yang mengungkapkan kelebihannya berupa visual efek yang keren, hampir-hampir mirip Transformers, apalagi sewaktu Iron Man dengan baju Hulk-Buster melawan Hulk yang sedang mengamuk di Afrika. Mereka bilang keren.

Namun yang menjadi fokus di postingan ini adalah satu sisi mengenai ketakutan atau kekhawatiran yang menghinggapi personel Avengers. Kita semua manusia diinstal oleh Sang Pencipta dengan adanya perasaan akan rasa takut, cemas atau khawatir. Rasa inilah yang mengantarkan kita untuk melakukan aksi perubahan.

Sedikit cerita untuk film ini. Diawali oleh seorang tokoh di pihak musuh Avengers bernama Wanda Maximof. Perempuan ini memiliki kekuatan super untuk menghipnotis. Semua anggota Avengers dihipnotisnya, mulai dari Tony Stark dengan bayang-banyang jika nanti kelak kemudian hari semua Avengers akan mati. Kemudian Thor yang takut dengan masa lalunya saat masih tinggal di Asgard. Lalu berikutnya Natasha yang teringat ketakutannya saat masih kecil, sewaktu akan direkrut menjadi agen harus melalui siksaan-siksaan bahkan sampai rahimnya harus disterilkan. Juga anggota Avengers yang lain dihipnotis oleh Wanda Maximof dengan ketakutan yang berbeda-beda. Semua anggotanya terganggu dan tidak bisa berkoordinasi dengan baik.

Khusus untuk Tony Stark, karena ketakutannya akan kematian semua Avengers terbayang tampak nyata, ia berambisi meneruskan proyeknya untuk menciptakan sebuah robot dengan AI (Artificial Intelegent)-kecerdasan buatan, mirip-mirip Jarvis, robot pemandunya.

Yang Tony butuhkan adalah batu sumber energi dari tongkat Loki. Batu yang fungsinya seperti batu baterei itu memiliki energi yang besar hingga menguasai Jarvis dan benar-benar robot itu hidup. Robot itu kemudian dinamakan : Ultron. Sayang sekali proyek itu hanya dikerjakan berdua saja yakni antara Tony dan Dr. Bruce Banner (Hulk), jadi tidak diketahui oleh anggota Avengers yang lain.

Oleh Tony, robot tersebut akan mengayahi (mengayahi itu dari bahasa Jawa, bahasa Indonesianya mengayahi adalah mengambil alih semua peran), robot yang nantinya akan mengambil alih tugas-tugas Avengers. Sehingga Avengers bisa pensiun dengan tenang. Ultron seharusnya secara otomatis akan mengetahui mana saja yang terjadi kejahatan serius dan akan mengatasinya. Itulah yang seharusnya terjadi, seperti itu skenario yang ada dalam kepala Tony Stark.

Tetapi yang terjadi adalah, Ultron berpikir: justru manusia sendirilah yang berbuat kerusakan di muka bumi. Maka jalan satu-satunya adalah dengan melenyapkan seluruh manusia dari permukaan bumi.

Begitulah, film ini berangkat dari perasaan takut kemudian bekerja untuk mengatasi rasa takut, namun dengan hasil yang di luar perkiraan.

Jika dihubungkan dengan dunia nyata kita, hampir-hampir semua aktivitas yang kita lakukan adalah berlandaskan oleh rasa takut. Kita bekerja untuk mendapat uang karena takut jika nanti suatu saat kekurangan uang. Kita bawa mantol/jas hujan saat bepergian karena takut jika nanti kehujanan. Kita beribadah sekuat tenaga karena takut masuk neraka. Kita belajar dengan tekun karena takut nanti dikatakan anak bodoh. Kita pakai parfum karena khawatir kalau nanti siang bau badan kita menyebar. Kita membuat rencana-rencana karena takut nanti presentasi atau pekerjaan kita amburadul. Takut-takut-takut. Khawatir-khawatir-khawatir. Cemas, cemas dan cemas.

Bahkan rasa takut ini juga dijadikan modus bagi sementara sebagian orang untuk menjalankan bisnisnya. Bisnis ini terutama pada masalah kesehatan.

Sebut saja MLM (Multi Level Marketing) yang dulu gencar-gencarnya. Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung. MLM kesehatan umumnya ketika presentasi ada dua sesi. Sesi pertama adalah menakut-nakuti peserta presentasi (calon downline) dengan berbagai masalah kesehatan yang menjangkiti dunia era mutakhir ini. Kemudia sesi kedua adalah cara menanggulangi supaya masalah kesehatan itu teratasi, caranya dengan ikut MLM itu.

Contoh bisnis lainnya adalah bisnis asuransi, baik itu asuransi jiwa, kesehatan maupun asuransi harta/uang. Awalnya calon konsumen ditakuti-takuti dulu jika tidak ada pihak yang akan mengatur Anggaran Pemasukan dan Belanja Keluarga (APBK) maka sudah pasti hidup kacau. Memang benar juga. Kemudian dari pihak asuransi akan mulai memberikan tips supaya kekhawatiran itu hilang adalah dengan ikut asuransi tersebut, karena pihak asuransi akan mengaturkan anggaran keuangan/kesehatan kita jika kita menyetorkan perbulan dengan perjanjian tertentu. Maka dari itu diawali dulu dengan ketakutan dan kekhawatiran serta kecemasan-kecemasan.

Demikian pula dengan iklan-iklan yang ada di tivi. Ambil contoh iklan pasta gigi sensitif. Menurut pengamatan, semua gigi adalah sensitif. Pemirsa diberi ketakutan-ketakutan bahwa jika gigi cepat linu jika memakan es batu maka itu termasuk gigi sensitif, pasta gigi harus khusus pasta gigi sensitif.

Banyak diantara kita yang tergiur. Awalnya termakan oleh ketakutan hingga ketakutan merasuki. Selanjutnya, akhirnya, berupaya sedapat mungkin mengusir ketakutan itu dengan memakan mentah-mentah solusi yang ditawarkan pihak lain tanpa pertimbangan orang-orang terdekat kita. Sama seperti kasus yang dialami Tony Stark.

Ketakutan, kecemasan, kekhawatiran perlu dimanajemen secara baik lewat pertimbangan banyak hal. Yang paling penting adalah mengomunikasikan dengan tim yang kita miliki. Tim? Ya karena kita tidak hidup sendiri di dunia ini. Ada istri, anak, ayah, ibu, teman-teman, organisasi adalah tim yang kita miliki. Jika dikelola secara baik, ketakutan-ketakutan yang ada akan mengubah kita menjadi pemberani.

Salam super.