Apresiasi Positif Melahirkan Loyalitas

Berhati-hatilah bila punya staff, bawahan, anak buah, teman, siswa yang kalau kita lupa memberi apresiasi atas apa saja masukan yang mereka lakukan. Karena kemungkinan besar akan berakibat fatal. Ada dua film yang bisa menjadi referensi betapa pentingnya apa yang disebut dengan apresiasi.

Film pertama adalah Spider-Man: Far From Home. Dikisahkan para anak buah dari Stark Industries yang hasil pemikirannya tidak mendapat apresiasi. Justru karena pemikiran itu, mereka malah dikeluarkan dari perusahaan. Selanjutnya mereka berkumpul jadi satu oleh satu rasa yakni dendam kesumat. Yang pada akhirnya membawa kepada masalah berat. Semua itu terjadi gara-gara tidak ada apresiasi.

 

 

Coba kalau setiap kritikan dan masukan dari anak buah cukup dengan diapresiasi dengan kata: bagus sekali, sip, mantap atau apalah kata sejenisnya, dilanjutkan kalimat sebaik mungkin, misalnya, ‘Yak, untuk sementara usulmu ditampung dulu ya, kami dari para dewan direksi akan menguji efek dan akibat dari usulmu itu. Kalau ada perkembangan akan kami kabari.’ Kalau sudah seperti itu setidaknya yang memberi masukan akan merasa dihargai.

Film kedua, Men In Black: International. Film yang ini kebalikan dari Spider-Man: Far From Home. Diceritakan kalau Agen M sedang menginvestigasi kerusakan yang diakibatkan oleh alien nakal. Ia dan Agen H mendatangi bengkel pandai besi yang ternyata ada satu makhluk alien kecil yang masih hidup akibat serangan dua alien listrik. Alien kecil itu sudah kehilangan teman-teman tentara dan kehilangan pemimpin juga akibat serangan itu. Singkat cerita, Si alien kecil menjadi anak buah Agen M. Meskipun cerewet, banyak usul dan menyebalkan, tetapi agen M memberi respon positif apapun yang dilakukan alien kecil yang diberi nama Pawny tersebut sehingga tercipta hubungan timbal-balik yang intens antar keduanya. Pawny juga menjadi anak buah yang loyal dan setia.

 

 

Memang mengelola anak buah itu susah-susah gampang. Cukup dengan apresiasi, yang tdk berlebihan, bisa membantu mengelola itu semua.

Back Up Data

Banyak orang meremehkan tentang menyalin kembali data-datanya. Termasuk saya yang dahulu. Pada waktu itu karena ingin mencoba OS baru namanya Linux Pear akhirnya semua data terhapus pus pus pus meong karena salah format partisi hardisk.

Karena pengalaman itulah sekarang saya merasa perlu untuk memback up alias menyalin data ke hardisk lain.

Semua data yang sudah kita kumpulkan, kita buat atau kita tampung, menjadi tidak akan ada artinya jika terhapus, komputer kita rusak atau juga sebab-sebab yang lain. Bisa dibayangkan misalnya hasil presentasi yang sudah letih dibuat, kemudian terhapus, terkena virus.

Bagi para mahasiswa jika data skripsi belum diback up, maka back uplah segera. Bagi pegawai kantor segeralah back up data-datamu. Bagi semuanya saja, back up atau menyalin data ke tempat lain adalah sebuah tindakan penyelamatan. Ibarat mobil yang telah menyediakan ban serep. Ibarat bahtera yang telah menyiapkan sekoci-sekoci. Maka segera buatlah salinan, back up. Sebelum menyesal. Sebelum menyesal. Sebelum menyesal.

Sebelum tenggelam.

Arti Penting Dokumentasi

Dokumentasi bisa juga berarti mencatat. yakni mencatat suatu peristiwa, ilmu dengan buku, kertas dan ditulis. Atau dokumentasi juga bisa dengan gambar, bisa melalui foto dan video.

Kenapa dokumentasi itu penting bagi saya?

10. Mengisi buku catatan
Dokumentasi adalah sekedar mengisi buku catatan yang putih bersih agar berwarna dan menarik, setidaknya membuat hidup yang biasanya biasa-biasa saja kemudian menjadi menarik jika dapat tertulis sempurna di blog atau catatan.

9. Mengisi waktu
Apalagi tepat menunggu buka puasa, mendokumentasikan kegiatan satu hari ini akan banyak menguras waktu hingga adzan maghrib menjelang.

8. Rekam
Dokumentasi adalah sistem perekam untuk mencegah hal-hal buruk agar tidak terulang, untuk menciptakan hal-hal baik agar dapat terulang.

7. Mengikat ilmu
Ilmu dan pengalaman ibarat binatang buruan. Jika setelah ditangkap tidak diikat, maka larilah ilmu itu. Tali ikatan itu adalah do and the ku and the men and the ta and the si… dokumentasi…. lebai ah

6. Nostalgia
Dengan melihat lagi catatan yang telah tercatat, dokumentasi yang telah terdokumentasikan, maka alam bawah sadar akan kembali ke jaman atau era atau saat catatan itu tercipta. Itulah yang disebut nostalgia. Pasti selalu bahagia, meski itu adalah pengalaman pahit sekalipun. Pasti ketika dibaca lagi, bibir dengan secara otomatis menarik ujung kiri dan kanannya ke belakang. Seimbang maksimal. Senyum dan bahagia.

5. Album
Tak ubahnya seperti album yang menyimpan pengalaman.

4. Perpustakaan
Kita harus bangga bila sudah mendokumentasikan sesuatu, karena dengan itu kita sudah bisa membuat perpustakaan pribadi. Perpustakaan itu nantinya bisa menjadi sumber ilmu bukan cuma bagi diri sendiri, melainkan juga orang lain.

3. Menunjukkan ke Orang lain
Itu tadi sudah terjawab. Apalagi bila mendokumentasikannya melalui blog. Bukan cuma kita yang beruntung, tetapi orang lain yang mengakses blog catatan kita juga terbantu masalahnya bila mempunyai masalah yang sama.

2. Menuangkan isi kepala
Seperti Dumbledore, kepala sekolahnya Harry Potter. Ketika isi kepalanya sudah penuh, daripada tidak muat lagi, semua ilmu-ilmu yang tersimpan di otak dituangkan, sehingga otak kembali kosong, siap diisi ilmu lagi.

1. Karena Saya Pelupa parah
Yang terutama kenapa dokumentasi bagi saya penting adalah karena saya pelupa parah. Perlu ada catatan, dokumentasi agar semuanya teringat kembali.

Demikian kenapa dokumentasi itu penting. Semoga bermanfaat. Salam super.