Untung Saja

Di antara taring hujan menjarum. Mengoyak menembus kulit hingga ke sumsum. Selayaknya itulah bayangan itu senyum. Tak mau pergi, tak mau layu, tak mau alum.

Tentang bibirmu merekah ranum. Berkecupan denganku dalam suatu forum. Dalam liur basah mengkungkum. Lidah bertemu, bergulat menjadi satu kulum. Semua masalah berguguran dalam sebuah cium.

Ah, kenangan ini jeruji yang menghukum. Diri terperangkap dalam satu lembaran album. Pada potongan kebun ingatan berisi bunga indah berkuntum-kuntum. Ditambah aroma nafasmu begitu harum.

Kau menjelma berubah kostum. Dari kupu-kupu menjadi penyu buatku kagum. Gemulai menari di riak hujan mendentum. Otak tak lagi memenuhi kuorum. Tak tau masihkah sadar atau belum.

Ku khawatir saat tidurku mengaum. Menyebut berulang dirimu bagai ayunan pendulum. Untung saja namamu terlalu umum. Dinyanyikan sheila on 7 serenyah biskuit gandum.

Kau dan lingkaran jiwamu
Menarik langkah kakiku
Bermain dengan hatimu
Aku terbakar bahagia… aiaiaiaia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s