Mempertahankan Idealisme : Review Captain Fantastic 2016

captain-fantastic-fr-670.jpg

Apa yang terjadi jika kau muak dengan kondisi masyarakat yang hedonistik, konsumerisme, materialisme, sosialita, kecanduan gadget, game, acara TV dan sebagainya?

Pastinya kau menghindar dari semua itu, menuju ke sebuah tempat, menyendiri, menciptakan sistem sesuai idealisme dan menikmatinya. Bukan cuma untuk dirimu sendiri, tapi juga mengajak keluargamu, istri dan anak-anak supaya tidak ikut terjerumus ke kondisi masyarakat yang materialis tadi.

Tapi, sejauh mana idealisme kau dan keluargamu tadi bisa bertahan menghadapi aturan-aturan bernegara, aturan masyarakat jika dibenturkan dengan idealismu tadi?

Dari tadi tanya terus ya….

Jawabannya bisa ada di film Captain Fantastic ini.

Pilihan pertama, kau menyerah dan ikut alur. Bagai buih di lautan, hanya bisa ikut ke mana arus membawanya tanpa bisa membuat arus sendiri.

Atau punya pilihan kedua?

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s