Empati Untuk Para Pelupa: Review Memento (2000), Finding Dory (2016)


(Awas, mengandung spoiler)

Memento. Hanya film sederhana, tapi dibuat rumit. Alur ceritanya bisa saja dibuat searah, tapi demi membuat teka-teki, supaya penonton bertanya- tanya, maka dibuatlah alur sepotong-potong. Bila suka dengan teka-teki membosankan, tonton saja filmnya. Memento.
Tokoh utamanya seorang pegawai asuransi yang kebetulan rumahnya disatroni seseorang, istrinya terbunuh, kepala pegawai asuransi itu dipukul selanjutnya cacat kemudian mengalami seperti yang dialami Dory di Finding Dory (2016), mengalami masalah di ingatan jangka pendek alias pelupa parah. Saat-saat berikutnya pegawai asuransi itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Padahal pegawai asuransi tersebut cukup cerdas dengan membuat sistem pengingat yang bisa dibilang aneh, dengan mentato tubuhnya, dengan foto instant polaroid, mengingat jaman itu belum ada smartphone yang ada fitur kamera, reminder, note dan lain-lain.
Orang-orang yang memanfaatkannya yang pertama, ia dimanfaatkan oleh detektif polisi yang mengincar gembong narkoba, hingga gembong narkoba dibunuh oleh pegawai asuransi.
Kedua, dimanfaatkan oleh istrinya gembong narkoba untuk membunuh  detektif polisi yang menyebabkan suaminya terbunuh.
Kira-kira seperti itu jalan ceritanya. Coba tanyakan ke orang lain yang sudah menonton Memento. pasti beda lagi ceritanya :). Kita, penonton, hanya bisa menebak apa maksud dari penulis cerita. Christoper Nolan (sutradaranya) cukup bagus memotong-motong film ini. Sepertinya kita cukup tau apa maksud di belakang ini semua. Dalam hati Nolan pasti berkata, ” Nih, filmku, rasakan, Memento, mumet tho?”
Klau mau jelas ya, silakan siapkan aplikasi movie maker atau sejenisnya untuk memotong-motong film ini. Bagian paling belakang dipotong, letakkan di depan. Belakangnya lagi dipotong lagi letakkan di belakang yang tadi dan seterusnya.  Jadinya malah ini film seperti film belum jadi atau setengah jadi dan kita, penonton diminta menyusun kembali potongan.
Atau mungkin film ini untuk mengetes apakah penontonnya juga termasuk menderita gangguan ingatan jangka pendek?
au ah.
Yang terpenting, film ini membuka empati kita terhadap para pelupa. diibaratkan smartphone, penderita gangguan ingatan jangka pendek ini adalah smartphone yang memiliki memory internal yang sedikit alias kecil. Dikatakan smart ya smart. Tidak bisa kita bilang smartphone yang bermemory sedikit sebagai stupidphone. Ya tetap smartphone, hanya saja aplikasi dan hal-hal yang mau disimpan atau ditanamkan di memory dipilih-pilih yang penting saja. 
Karakter Dory juga sebenarnya cerdas dan fokus kepada satu hal, hanya saja butuh suatu sistem pengingat, sebuah catatan, sebuah tanda, untuk menjalani hidup ini hingga akhir hayat.
*** 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s