Review Suicide Squad 2016: Terlalu Banyak Bumbu

Seperti makanan, bahan utamanya adalah pasukan Suicide Squad (SS) itu sendiri, dan bumbunya adalah Joker dan Batman. Banyak yang kecewa dengan SS karena tidak sesuai ekspektasinya. Makanan utama kalah tenar dibanding bumbu-bumbunya.
Tapi bagi saya, cukup puas, karena sebelum menonton film ini, cangkir otak ini sudah dikosongkan sampai tetes terakhir. 
Sebelum nonton, kesampingkan dulu siapa itu Joker, siapa itu Batman. Meski porsi bumbu juga agak banyak, misalnya kisah antara Harley Queen dan Joker yang durasi, detail kisahnya keduanya yang cukup bertaburan.
Sedang di mata orang awam, di dalam SS sendiri tokoh-tokohnya tidak ada yang ditonjolkan. Tapi untung, karena saya dibekali cangkir otak yang kosong tadi sehingga penglihatan jadi lebih jernih. Ada satu tokoh yang menonjol, yakni Deadshoot. 
Tentang bagaimana Deadshoot menjadi komandannya SS, bagaimana dendam Deadshoot kepada Batman, dan bagian terakhir, bagaimana Deadshoot mengajari anaknya rumus matematika tentang sudut sin, cos, tangen, mengingat Deadahoot ini sangat ahli menentukan jarak dan sudut tembakan peluru.
Maka dari itu kalau menonton film ini, jangan terlalu berharap kepada Batman atau Joker. Dua tokoh itu hanya cameo, hanya pelengkap, hanya bumbu. Hanya bumbunya saja yang kebanyakan.
Kosongkan dulu cangkir otakmu.
***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s