Bergantung

Aku bergantung padamu, oh waktu subuh, karena tangisan embunmu meluruhkan malas…
Aku bergantung padamu: mentari, yang menguapkan keburamanku, yang panasnya memberi rasa pada emosiku yang hambar…
Aku bergantung pada senja, karena oranyenya memupus sifat kejamku…
Aku bergantung pada kecupan malam yang mengobati migren ini…
Aku bergantung pada semua waktu-waktu itu, supaya kesadaranku kembali,
Kalau sang waktu sukanya menerjang…

Aku butuh gravitasi, yang melekatkan pijakan,
Aku butuh birunya langit, invinity, yang menerapi lensa mataku, yang telah lupa berakomodasi…

Aku perlu rumput, dedaunan, aku butuh hijau, yang mengguyur demam panas hasrat nafsu…

Aku butuh kau istriku, tuk menyadarkan kalau aku adalah lelaki, manusia

Aku bergantung pada murid-murid itu, karena diri inilah yang lebih banyak belajar kepada mereka,

Aku butuh mereka semua,
Tapi ku lebih butuh yang menciptakan mereka semua,

Aku adalah  ciptaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s