Mawaddah

bagaimana harusnya cinta bertumbuh?
lewat pembuluh mata turun ke hati?
menutup saluran indra hingga lumpuh?
itukah cinta merasuk menjangkiti?

jika cinta tumbuh terangsang sensual
memang tumbuh pesat julang menjalar
namun sang akar masih pendek tertinggal
sehingga mudah tercerabut tak kekar

sayang, aku ingin mencintaimu dengan rumit
tak hanya sesederhana dari mata turun ke hati
tapi penuh kelok berkelit
pastinya kususuri hati-hati

honey, aku mau mencintaimu tanpa menggebu
mencintaimu dengan alasan di sebaliknya
mencintaimu karena juga mencintai Penciptamu
tak sesederhana mencintai bagian tubuhmu yang tak kupunya

aku ingin mencintaimu dengan rumit
berusaha mengurai rumus takdir yang Dia tebar
mengikat ekor hati menembus kulit
tak sesederhana api saat mencumbui kayu bakar

***

Iklan

2 pemikiran pada “Mawaddah

  1. Whoaaa…
    Saktiiii…penuh tjinta begini euy puisimu 🙂
    Beruntung sekali deh istrinyaaaa 🙂

  2. Mencintai Tuhan lewat pasangan. Kewl. Selamat untuk keluarga barunya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s