Gairah Sate Kere

Ketika mendengar kata “asap” apa yang ada dalam benak kalian? Apakah langsung ada di pikiran rasa tidak enak yang memenuhi relung hidung, kemudian menusuki seperti hujan jarum berdenyut di otak? Sensasinya tidak enak yang berbeda-beda antara asap knalpot motor, asap bus kota, asap rokok, asap ban yang dibakar saat orang demo, asap obat nyamuk bakar, asap jerami atau batang-batang padi kering yang dibakar petani setelah selesai panen di pinggir jalan raya atau asap kayu terbakar saat orang sedang memasak air seperti di desa-desa?

Sepertinya semua asap selalu berdampak buruk bagi semua manusia, lebih-lebih buat penderita sinus. Tapi tunggu dulu, ada sebuah asap yang tidak terlalu buruk. Apa itu? Suatu ketika saat melintasi alun-alun, terbauilah aroma asap itu yakni asap yang keluar dari penjual sate ayam saat membakar barang dagangannya. Saat seutas lidi terbungkus daging ayam kecil-kecil terbakar dibolak-balik oleh penjualnya sambil melumuri tubuh sate itu dengan minyak…

Tapi tunggu… sepertinya ini bukan aroma daging ayam, sensasi aroma asap ini lebih ke ganas tapi tak bermakna,tajam tapi juga lembut. Aroma asap yang mirip sate ayam ini membawa pikiran melayang ke sebuah masa lalu saat kuliah di UNS menuju ke belakang kampus kemudian turun ke arah kali dan disitulah alur kenangan itu berhenti menuju. Di situlah kenangan aroma asap itu berasal, yakni dari warung hik nasi kucing dekat pesantren mahasiswa.

Teringatlah sudah, itu bukan asap sate ayam, tapi asap sate kere. Apa itu sate kere? Asal katanya dari kata ‘kere’ yang berarti miskin, jadi dimaksud ‘satenya orang miskin’ karena hanya menjual sensasinya saja seolah itu adalah daging ayam padahal bukan. Lantas apa yang menjadi bahan utamanya?

“Daging” yang menjadi tanda kutip itu adalah goreng-gorengan yang diiris menyerupai daging sate. Kebanyakan gorengan yang digunakan adalah tempe yang terbuat dari ampas tahu. Jadi benar-benar kere/miskin sesuai dengan kantong mahasiswa yang hanya butuh sensasi memakan sate daging ayam. Yang menjadi andalan sate kere adalah bumbunya yang terdiri atas kaldu ayam, kecap dan bumbu kacang. Itulah yang menyebabkan teraihnya sensasi kepuasan semu untuk memenuhi hasrat tak terpendam menikmati nikmatnya sate ayam. Sate yang sudah ditusuki kemudian direndam di larutan kaldu, kecap dan bumbu-bumbu lain, setelah itu baru badan sate-sate itu dibaringkan di ranjang arang api untuk kemudian menggeliat-geliat kepanasan. Kaldu ayam itu sebagian ada yang merasuk ke sela-sela ‘daging’ tempe dan ada sebagian yang masih tinggal di luar untuk terbakar lalu menjadi uap. Uap itu nantinya yang akan bersatu dengan asap terbakarnya ‘daging’ tempe yang menciptakan sensasi tadi seolah ganas tak bermakna, tajam tapi ternyata lembut… Super sekali.

***

β€œTulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Cerita di Balik Aroma yang diadakan oleh Kakaakin”

Iklan

18 pemikiran pada “Gairah Sate Kere

  1. dulu pas masih disma sering banget beli yang beginian..hehe jadi pengen pulang kampung….

  2. wah .. aku malah baru dengar dan tahu soal sate kere ini, sepertinya hrs dicoba bikin sendiri nih di rumah πŸ˜›

    knp namanya ndak ditambahi *n* ya jd sate keren πŸ˜›

    • di tempat mba Ely orang-orang kaya semua sih… :p maklum negara maju, Indoensia khan baru negara berkembang

      • wah .. justru tempe di sini itu termausk makanan mewah bro, mnrtku sih soalnya nggak gampang ditemukan spt di atnah air sana πŸ˜›

        • sama mba eli, sakti pernah ngalami kayak gitu juga waktu pindah ke takalar sulsel. sekitar tahun 1992, sama sekali ga ada tempe di sana, terus ibu bikin tempe sendiri, beli kedelai, direbus, diberi jamur dari tempe yang dibawa dari jawa, terus bungkus daun pisang πŸ™‚

  3. Wah… ternyata benar2 kere satenya πŸ˜€

    Terima kasih sudah ikutan GA Cerita di Balik Aroma ya πŸ™‚

  4. Tempe yang terbuat dari ampas tahu, namanya Tempe gembos ya, Mas # kalau gak salah gitu hehe. Apapun namanya kalau kalau berbumbu sate, pasti akan identik dengan sate πŸ™‚

    Terima kasih partisipasinya, Mas, sudah tercatat sebagai peserta πŸ™‚

  5. sate kere…
    hahaha jogja banget suer lah…

  6. KEREatif yah… jadi ngiler saya :9

  7. hi sak..apa kabar? πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s