Openshot dan Ceritanya

Pagi itu, di sebuah teras masjid dekat lapangan futsal di sebuah sekolah dasar, duduk tiga pak guru antara lain Pak Naga, Pak Sakti dan Pak Rifqi. Ketiganya ngobrol masalah-masalah sepele. Anak-anak masih berkeliaran karena memang belum ada bel masuk. Ada sekelompok anak di sekitar ketiga guru tersebut yang bercerita tentang pengalaman saat liburan. Karena ketiga guru itu sudah habis bahan obrolan dan juga sepertinya obrolan murid-murid itu lebih seru, maka guru-guru itu mendekati dan ikut nimbrung.

Ada satu murid bercerita, “Libur kemarin aku ke bioskop, terus nonton Iron Man 3, seru banget!”

“Aku juga sudah nonton, bagus banget emang!” sambut temannya yang lain.

“Iya keren, Iron Man-nya ada banyak ya…” Pak Rifqi tiba-tiba ikut komentar.

“Lho Bapak nonton juga ya?” tanya seorang murid.

“Iya dong, kalau ada film keren pasti gak akan Bapak lewatkan, terus itu lho, kejadian yang bagus banget itu waktu Iron Man menyelamatkan orang-orang di pesawat…”

“Ow, pesawat Presiden khan…” potong murid yang lain.

“Iya cara nyelametinnya dengan gandeng-gandengan orang-orang kemudian baru dijatuhin di laut…” lanjut Pak Rifqi.

Para murid itupun bercerita sahut-sahutan dengan Pak Rifqi yang menceritakan Iron Man 3 sambil tangan-tangan mereka memperagakan adegan demi adegan. Sementara itu dua guru yang lain hanya bisa terbengong-bengong karena belum pernah menonton itu film. Pak Naga, sepertinya memang bukan penikmat film, sedangkan Pak Sakti sebenarnya penggemar berat film dan ingin sekali menonton Iron Man 3, tetapi apa daya, tidak punya waktu untuk mendownload film itu. Apalagi Iron man 3 yang ada di internet baru berupa bajakan, rekaman dari bioskop, pasti gak enak banget nontonnya. Sambil menahan dadanya yang begitu panas, karena tak mampu ikut nimbrung dengan anak-anak itu, akhirnya dalam hatinya Pak Sakti bertekad, mencari guru, orang atau siapa saja yang sudah punya download-an Iron Man 3.

Ternyata keberuntungan menghampiri pak Sakti, karena ada seorang guru ekskul Pramuka bernama Pak Mursid yang punya file Iron Man 3.

“Ini saya sudah download, bentuknya zip, setelah diekstrak ternyata isinya ada 2 file, bagaimana?” tanya Pak Mursid.

“Ah, tidak apa-apa, saya kopi ya?” imbuh Pak Sakti sambil mencolokkan flashdisknya ke laptop Pak Mursid dan memindahkan 2 file video bertipe avi dan satu file srt sebagai subtitlenya.

Screenshot from 2013-05-22 11_37_16

“Sebenarnya sudah saya coba gabung itu file pakai hjsplit tapi tidak bisa…” ujar Pak Mursid. Lanjut dia berkata lagi, “nanti saya coba lagi kalau nanti belum bisa, ya terpaksa srt-nya dipotong bagi dua…”

“Coba deh kalau di Linux, mungkin bisa…”

Pak Sakti kemudian pindah ke mejanya, menghidupkan netbuk dan memindahkan file. Memang benar, agak tidak nyaman kalau menonton film yang terbagi menjadi dua, apalagi file terjemahannya cuma satu. Tetap bagaimanapun terjemahan harus ada, soalnya film hasil rekaman bioskop seringnya tidak jelas pada masalah suaranya. Ia selanjutnya gugling mengenai video editing buat Linux.

Ada begitu banyak aplikasi video editing, tapi yang mudah diingat hanya satu, Openshot. Segera saja ia buka Synaptic buat mendownload Openshot.

Screenshot from 2013-05-22 11_39_18

Openshot kemudian dibuka. tampilannya sangat asing. Kemudian ia gugling lagi tentang tutorial Openshot untuk pemula, trik menggabungkan film di Openshot dan semacamnya, tapi yang didapat bukan web berisi langkah-langkah detailnya, tapi hanya gambaran umum kalau Openshot dapat digunakan untuk pengeditan film. Dengan berat hati dan sedikit kecewa, Pak Sakti mencoba semua tombol-tombol yang ada.

Setelah serangkaian coba-coba, akhirnya ia berhasil. Yang dilakukan pertama kali oleh Pak Sakti adalah mengimport file-file yang ingin digabung menggunakan tombol tanda plus (+)

Screenshot from 2013-05-22 11_41_40i

File di Ctrl+A atau diblok selanjutnya klik kanan, pilih Add to Timeline… terus muncul kotak dialog dan karena tidak perlu mengubah setingan langsung tekan Add

Screenshot - 220513 - 11_43_19rc

Screenshot from 2013-05-22 11_43_49tl

Klik tombol Export berupa bulatan merah, kemudian keluar kotak dialog lagi mengenai nama filenya, lokasi folder, profile, Target, Video Profil dan Quality. Setelah semua selesai selanjutnya klik Export Video dan proses export berjalan.

Screenshot from 2013-05-22 11_44_55e

Cukup menunggu, file gabungan itu sudah ada, tinggal disamakan nama filenya dengan file srt dan Pak Sakti sudah siap menonton Iron Man 3.

***

Besok harinya, Pak Sakti sudah siap di teras masjid dekat lapangan futsal sekolah dasar itu, menunggu siapa tahu anak-anak sd itu bercerita lagi mengenai Iron Man, maka ia bisa ikutan nyambung cerita.

Anak-anak sd itupun mulai berdatangan, duduk, menunggu bel masuk yang masih 15 menit lagi dan mulai bercerita,

“Eh, kalian udah pada nonton Fast Furious 6 belum?”

***

Iklan

Satu pemikiran pada “Openshot dan Ceritanya

  1. Ya ampyuuuuuun…
    susah memang untuk bersaing dengan anak anak jaman sekarang bapak Sakti…hihihi…
    terima saja dengan lapang dada yaaaah…hihihi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s