Menggunakan Gimp di Netbuk

Dear blog, postingan ini terdiri atas 3 bab, Kata Pengantar, Isi dan Penutup. Bagi yang nasibnya serupa dengan saya (berusaha memakai Gimp di netbuk), maka langsung saja ke bagian ‘Isi’. Sedangkan bagian ‘Kata Pengantar’ hanya berisi curhat yang tak tentu rimbanya (wew, rimba, emang Tarzan?)

Kata Pengantar
Semenjak Pentium Satu saya rusak tahun 2010 yang lalu, semua main-main manipulasi gambar kemudian dialihkan ke Netbuk Prolink. Sambil mengenang Si Pentium Satu, kumpiyuter satu itu amat sangat hebat, tahan banting dan tahan umpat. Waktu itu masih pakai OS Windows, pakainya yang Millenium Edition (ME). Masih bisa. Terus aplikasi buat ngutak-atik gambar pakai Photoshop (entah versinya sudah lupa). Masih bisa juga walau loadingnya lama. Setelah Pentium Satu itu rusak dan cari-cari memori Pentium Satu ternyata sudah tidak ada yang memproduksi, kemudian beralih pakai Netbuk murah seharga 1,8 juta merk Prolink (waktu itu di tahun yang sama 2010). OS yang dipakai Windows pakainya yang XP dan utak-atik gambar tetap pakai Photoshop. Sebenarnya Netbuk itu kan tujuan utamanya buat browsing, bukan buat hal yang berat-berat seperti edit gambar, ya mau bagaimana lagi? Tahun 2011, saat beralih ke Linux, terjadi perubahan besar, semua hal yang menjadi kebiasaan di Windows, harus rela ditinggalkan dan harus belajar dari nol lagi mengenai penggunaan aplikasi Linux. Ini adalah konsekuensi, salah-satunya dengan edit-edit gambar bukan lagi pakai photoshop, tapi pakai Gimp.

Saat menggunakan GIMP di netbuk, jelas sekali stres melanda. Waktu itu masih pakai Linux Mint versi 9 yang sudah otomatis terinstal Gimp versi 2.6. Ketika buka awal Gimp, langsung 3 jendela yang terbuka yaitu, jendela toolbox, jendela utama dan layer-brush. Cukup bikin stres karena tiap jendela saling tumpang-tindih di dalam layar netbuk yang hanya berukuran 1024×600. Sempat juga nekat untuk menginstal Photoshop di Linux menggunakan emulator Wine. Sewaktu diinstal memang sukses, tetapi saat dijalankan loadingnya terhambat di pluginnya, macet. Sehingga mau tidak mau belajar Gimp. Untung saja banyak postingan di Google tentang Gimp untuk pemula. Tetapi itu dulu sewaktu masih gaptek, kalau sekarang sudah agak mendingan karena sudah tahu beberapa setingan yang harus dilakukan untuk memakai Gimp di netbuk.

Isi
Perlu disadari dulu kalau Netbuk (netbook,eng.) dan notbuk (notebook,eng.) kemampuannya terbatas, baik dari sisi layar yang kecil dan juga dari tenaganya sehingga tidak cocok kalau menjalankan aplikasi yang berat-berat, contohnya Gimp. Tapi apa boleh buat, bagi mereka yang masih memaksakan kehendaknya, panduan berikut bisa dicoba untuk seting Gimp dari sisi menghemat tampilan layar netbuk,

1. Mengubah ke single-window mode
Saat buka Gimp pertama kali, akan muncul 3 jendela yang bikin pusing. Supaya tampilnya hanya satu jendela (3 jendela dijadikan satu), masuk ke menu Window – Single-window mode.

Screenshot - 050513 - 07_27_05

Single-window mode ini hanya ada di Gimp versi 2.7 ke atas. Saya sendiri memakai Gimp 2.8. Jadi bagi yang masih pakai Gimp 2.6 harap diupgrade.

2. Mengubah theme dari default ke small
-Masuk ke Edit – Preferences

Screenshot - 050513 - 07_27_50

-pilih Theme – Small kemudian klik ‘Ok’

Screenshot - 050513 - 07_28_24

3. Menghapus tool-tool tidak penting di Toolbox
Tetap sama di Edit – Preferences, pilih Toolbox, pada Tool configurations, hilangkan tanda ‘mata’ pada tool yang tidak dipakai, kemudian klik ‘Ok’

Screenshot - 050513 - 07_29_34

4. Yang terakhir menghilangkan ‘mata Wilber’
Wilber adalah maskotnya Gimp. Mata Wilber, apa gunanya sih mata Wilber ini, sebagai pengawaskah atau si Wilber ini hanya sok narsis,nampang?

Screenshot - 050513 - 16_38_08

Bagi yang merasa mata Wilber ini tidak berguna atau bagi yang grogian bila dipandangi terus-menerus, bisa dihilangkan.
Cari file yang namanya gimprc. File ini berbentuk text (txt). Bagi yang pakai Windows, bisa cari di ‘find’, atau cari manual biasanya di c:/program/gimp. Biasanya… Kalau di situ tidak ketemu, ya cari di system. Kalau sudah ketemu, buka pakai notepad. Bagi yang pakai Linux, cari di Nautilus apa Thunar. Tempat saya, lokasi gimprc ada di /etc/gimp/2.0. Kalau sudah ketemu, bukanya pakai gedit atau nano.

Screenshot - 050513 - 16_40_03

File gimprc tadi scroll sampai paling akhir dan tambahkan teks berikut:

(toolbox-wilber no)

Screenshot - 050513 - 16_41_07

selanjutnya ‘save’

Restart Gimp, maka sim salabim jadi apa prok… prok… prok… mata Wilbernya sudah hilang.

Screenshot - 050513 - 16_42_20

Penutup
Berakit-rakitlah ke hulu berenang-renang ke tepian, karena di mana ada kemauan di situ ada jalan meskipun tak ada gading yang tak retak. Cukup sekian dan hati-hati di jalan. Kenapa dengan Gimp? Apa ada dengan Gimp? Aplikasi gratisan ini yang paling mendekati sempurna sebagai pengolah gambar dan cukup lancar dipakai di notbuk. Andaikan saja saya sebagai salah-satu penciptanya Gimp, pasti tidak akan saya gratiskan :). Jadi mumpung gratis, silakan dipakai.

Daftar Pustaka
-Pengalaman pribadi
http://nctritech.wordpress.com/2009/07/12/using-gimp-on-a-netbook/

***

Iklan

5 pemikiran pada “Menggunakan Gimp di Netbuk

  1. entengan gimp ketimbang potosop, lik…
    enteng dosane maksude ora kudu nyolong 😀

  2. baru tahu ttg Gimp 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s