Arti Curhat

Screenshot - 04182013 - 05:14:20 AM

Seperti dedaunan yang bergemerisik ramai, menceritakan alam. Dedaunannya menjelma bagai sayap yang membawa sang pohon terbang bebas lepas. Seperti akar yang andai bisa bicara, akan terdengar ramai suara-suaranya menyeruput air dari dalam tanah, tuk melepaskan dahaganya. Dan seperti itulah curahan hati, keluar untuk melepaskan beban si pemilik hati.

Seperti juga Kartini yang curhat kepada temannya di Belanda, Stella Zehandelar, tentang bagaimana seharusnya emansipasi yang terjadi di negerinya ini. Curhat-curhatnya yang terangkum dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan hanya membebaskan si pemilik curhat, tetapi juga bisa membebaskan siapa saja yang mendengar dan membaca curhatnya tersebut. Untung saja waktu itu belum ditemukan telepon sehingga Kartini mau tak mau harus pakai kertas dan tulisan untuk membebaskan isi hatinya. Andai curhatnya lewat telepon, sudah pasti kata-kata curhatnya akan menguap begitu saja tanpa sempat tertangkap dan terekam.

Seperti itulah kekuatannya tak terbantahkan. Hati bagai cangkir yang sudah penuh dan meluap-luap. Bisa saja luapan itu langsung dialirkan ke cangkir-cangkir lain, langsung, atau bagi yang lebih kreatif, luapan itu dapat diatur, disembunyikan, disamarkan sedemikian rupa dalam bentuk cerita, lukisan, puisi, nyanyian atau karya yang lain untuk membebaskan diri dan membebaskan orang lain.

Maka ceritakanlah, ceritakan apa saja
seperti Kartini yang melepaskan
dari gelap menuju terang…

Selamat Hari Kartini

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s