Yang Mengaku Cinta Hujan dan Cinta Langit Biru

Sewaktu hujan datang, apa yang ada dalam pikiranmu? Apakah langsung pikiran negatif yang datang terpikirkan, seperti: bagaimana dengan cucianku? Bagaimana caranya pulang, padahal tidak ada jas hujan atau payung? Bagaimana dengan genting rumah yang masih belum beres? Banjir, basah, dingin, kuyup?

Padahal Si Pencipta Hujan sendiri mengatakan kalau hujan adalah anugrah.

Sebenarnya ingin sekali aku membersamai para pecinta hujan, misalnya seperti Pia Fellini, vokalisnya Utopia, saat hujan datang, apakah ia masih tetap ceria saat mendendangkan:

aku selalu bahagia saat hujan turun…

?

Saya masih berusaha mencintai hujan, menikmati detik demi detik menatapnya turun, menembus lapis demi lapis jaket hingga nanti sampai ke kulit. Saya masih tetap sama, diantara perasaan keharusan untuk membenci hujan atau malah mencintai hujan.

Saat dalam perjalanan pulang dengan jalan kaki, tiba-tiba hujan datang. Hujan memang datangnya tiba-tiba, langsung bres. Memang kadang dia turun sesekali melalui pemberitahuan dengan menetes sedikit dulu, tapi seringkali memang dengan tiba-tiba. Saat-saat seperti itulah, bayangan kerepotan melanda, bagaimana dengan tas di punggungku ini yang berisi berkas-berkas penting? Bagaimana dengan notbuk yang pastinya tidak anti air? Bagaimana dengan sepatu coklat yang cuma satu-satunya ini kalau basah?
Lalu ketika sudah dapat tempat berteduh entah itu di emperan toko, emperan bengkel atau masuk ke warung lalu pesan susu hangat kemudian melihat ke luar, ke jalanan, betapa bahagianya anak-anak kecil yang bermain hujan, masuk ke kali, tertawa-tawa lepas, dengan hanya berkaos singlet, badan dan rambut basah kuyup. Ingin rasanya bergabung bersama mereka, meninggalkan segala berkas-berkas sok penting yang membelenggu ini.

Saya, masih lelaki yang sama, sudah lupa bagaimana caranya tertawa, atau membuat orang lain tertawa dan iri sekali kalau melihat anak-anak berhujan-hujan itu tertawa.

Bagi para pecinta hujan sekaligus pecinta langit biru, ketahuilah hal ini adalah sangat bertentangan, mana ada saat hujan, akan sekaligus ada langit biru? Oh masih mungkin, tapi momen itu akan sangat jarang, kalaupun terjadi, dimana saat hujan kemudian juga ada langit biru, maka akan terjadi sebuah fenomena biasa fisika, dimana tetes-tetes air akan membiaskan cahaya matahari menjadi 3 warna, kalau dilihat dari jauh, atau ada dari kalian yang melihat pembiasan warna itu dari dekat? Fenomena biasa itu sering disebut dengan pelangi.

s4oigqtx
sumber: 9gag.com

Tentang mencintai hujan, semoga kalian yang mencintai hujan masih tetap mencintainya, dan tolong tularkan kecintaan itu padaku, bagaimana mencintai awan abu-abu yang menutupi indahnya langit biru, terangkan padaku tips-tips mencintai petir dan guntur yang kadang menemani para hujan itu mendarat di bumi.

Saya masih lelaki yang sama, kadang saat hujan turun bersamaan dengan dingin hari, bersamaan pula saat harus berteduh di depan minimarket, maka kemudian masuk ke dalamnya dan beli es krim vanilla. Berusaha mengonyolkan diri dengan menyamakan dinginnya itu dengan memakan es krim, supaya dingin di luar sama dengan dingin di dalam mulut, kemudian meleleh di tenggorokan sampai ke lambung…

Masih lelaki,
masih di bulan Januari yang katanya hujan sehari-hari.

***

Iklan

17 pemikiran pada “Yang Mengaku Cinta Hujan dan Cinta Langit Biru

  1. sayapun cinta hujan,ketikahujan turun terasa bumi lebih damai. :”)

  2. UJan adaLah anugrah tuhan yaNK patut kita syukuriii…

    Huffgghhtt…

    Mudah2AN pakean kuw kerink cepat moga aja ga’ ujannnn… hehehhhh… 😀

  3. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  4. hujan itu membangkitkan galau, katanya 😛

  5. disini hujan terus Sak….

  6. ini Sakti ternyata romantis banget deh…

    Aku lebih suka gerimis daripada hujan Saktiii…
    kalo ujan gede, genteng rumah suka bocor soalnya…hihihi…

  7. hujan memang sesuatu, pun dengan orang-orang
    selalu punya kesan berbeda tentang hujan
    selamat berjuang untuk berdamai dengan hujan 🙂

  8. lah yang jelas cebrik, lik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s