Bukan Hanya “Mencari”, tapi “Membuat” Air Bersih

Akhirnya setelah hampir satu pekan hidup di kampung tanpa sinyal, akhirnya… akhirnya dapat juga sinyal buat modem ini. Seperti menemukan peradaban kembali. Buka Twitter, Facebook, blog…

Ada sesatu hal yang begitu mengganggu pikiran, sebelum pulang kampung liburan, banyak teman-teman nge-twit lomba-lomba akhir tahun ini, salah-satunya lomba ini. Setelah pulang, ya itu tadi, tidak ada sinyal, kemudian balik ke peradaban lagi, ternyata waktu sudah sangat mepet pet-pet-pet, sudah tanggal 29….

Langsung mulai saja, awalnya saya tidak begitu memperhatikan masalah kebutuhan air bersih, soalnya di desa atau kampung ini air sumurnya jernih. Sebenarnya desa ini sudah tidak termasuk desa, tapi sudah disebut sebagai kota yaitu di kota Wonogiri. Air yang saya dan keluarga gunakan adalah air sumur atau air tanah. Airnya cukup jernih, tidak berwarna dan tidak berbau, jadi kami tidak begitu mempermasalahan tentang terbatasnya air bersih untuk sehari-hari. Baru saya ada sedikit permasalahan dengan air tanah di Wonogiri ini ketika ada presentasi produk air minum kesehatan. Waktu itu petugas presenternya menyediakan 3 sampel: air sumur, air mineral yang sudah terkenal dan air minumnya sendiri yang akan ia jual. Masing-masing ia letakkan di gelas bening untuk dilakukan percobaan. Masing-masing ia celupkan 2 lempengan logam yang tersambung ke listrik. Dua lempengan logam tersebut akan mengubah mineral-mineral dan kotoran yang tidak tampak di dalam air, menjadi tampak. Pada air sumur, setelah beberapa menit, warnanya berubah menjadi kecoklatan. Menurutnya itu adalah zat kapur yang terkandung di air sumur. Sedangkan air mineral produk terkenal itu berwarna kehijauan. Dan terakhir, produk minum yang ia tawarkan, tak berwarna sama sekali. Kemudian ia mulai menjual produk air minum kemasannya serta menjelaskan akibat-akibat kalau seseorang tidak menggunakan produk air minum yang ia jual. Seperti biasalah, sales begitu lho.

Mengenai air tanah yang mengandung kapur, tapi digunakan sebagai air minum, kita masih tetap sehat mengkonsumsinya karena zat kapur bisa terpisah dari air tersebut ketika kita merebusnya. Ketika diperhatikan, pada air sumur yang direbus akan muncul endapan putih. Itulah kapur yang dihindari saat diminum. Tetapi ya mungkin tidak efisien, karena harus menunggu endapan kapur itu mengendap dahulu. Atau juga nanti setelah direbus, ketika mau digunakan, maka harus disaring dahulu. Tetap saja, penuh resiko. Tapi bukankah hidup penuh resiko?

Ketika pindah ke Jakarta dan sempat bekerja di sebuah gedung terkenal, sempat kaget juga karena air yang gedung itu gunakan adalah airnya cukup bersih. Padahal menurut pemberitaan di tivi, Jakarta krisis air bersih, begitu katanya. Selidik punya selidik, akhirnya diketahui, kalau gedung itu menggunakan jasa perusahaan pengolah air limbah. Metodenya sama seperti yang digunakan para ahli air saat demonstrasi di stasiun tivi swasta. Air limbah dicampur bubuk-bubuk tertentu sambil diaduk, lambat-laun air berubah jernih dan akan terpisah dengan kotoran-kotoran. Kotoran-kotoran itu mengendap. Si ahli air tersebut kemudian mempraktekkan kalau air jernih itu sudah siap minum dengan menciduk air hasil pengolahannya kemudian langsung meminumnya. Cukup praktis memang. Tidak memubazirkan air yang dibuang.

Setelah saya habis kontrak di gedung itu dan tidak ingin perpanjang, saya pindah bekerja di Depok, Jawa Barat, kemudian cari kos untuk ukuran menengah ke bawah. Kebetulan kos yang saya tempati hanya menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi air sumurnya cukup memperihatinkan, kotor sekali. Jadi air sumur hanya digunakan untuk mandi dan cuci pakaian saja, sedangkan urusan air minum memakai jasa air minum galon isi ulang. Pernah mencoba merebus air sumur itu, tapi apa yang terjadi? Airnya malah berbusa-busa banyak. Sebenarnya saya ingin sekali mencoba produk Pure It untuk membuktikan apakah memang sukses atau tidak menjernihkan air, menyucikan kembali air. Yup semoga saja saya menang, minimal hadiah hiburan untuk pembuktian apakah benar water purifier mampu bekerja dengan teknologi serumit itu, penyaringan sampai 4 kali dan ada ruangan khusus pembantaian kuman dan virusnya.

***

10 pemikiran pada “Bukan Hanya “Mencari”, tapi “Membuat” Air Bersih

  1. Klau kluarga sya skg bli air galon,kalau air sumur masam rasanya di tempat sya!

  2. di adaerah saya juga sama gan air sumurnya jelek, kuning dan berbau…..

  3. Amiiin… Semoga menang Mas.. :”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s