Hari Ibu

Ibuku adalah makhluk terbaik dan tercantik di dunia
(sedangkan aku adalah anak tertampan di dunia, karena terlanjur lahir dari rahimnya)

dibanding dengan ayah, ibuku lebih kalem, maka dari itulah aku lebih suka berdekatan dengannya.

ketika ayah dan ibu sedang berselisih, aku tentu saja mendukung ibu dan ikut-ikutan menghujat sifat egois dan gengsi yang dimiliki ayah (meskipun menghujatnya cuma dalam hati)

tapi meskipun begitu, ketika teringat waktu kecil, yang lebih banyak memberi uang saku adalah ayah, yang membelikan mainan robot transformers dulu adalah ayah, yang membelikan motor adalah ayah, yang mengganti perban di “burung” ku ketika selesai dikhitan juga ayah, tapi anehnya justru aku lebih suka berada di samping ibuku, apa ini karena memang jasa dan pengorbanan sang ibu yang takkan mungkin terbalaskan? Apa ini karena tetes demi tetes keringatnya saat memasak menyediakan makanan buat kami serumah yang takkan bisa tergantikan?

tapi apapun itu, selamat hari ibu ibuku.
aku akan senantiasa memuliakanmu.

Iklan

5 pemikiran pada “Hari Ibu

  1. turut senang sebagai ibu mendapati sakti mampu memuliakan ibu

    • Anakku begitu bangun tidur langsung bertanya, “mana ibu ?”. Baru pulang bersepeda sama saya juga mengatakan hal yang sama. Kayaknya dalam 24 jam kata “mana ibu” bak mantra yang selalu dan selalu diucapkan. Kata “mana bapak” hanya 1% bahkan kurang.

  2. Ibu memang mulia!

  3. sama Sak,,,,, saya juga lebih deket sama ibu…

  4. Hai Sakti 🙂
    Beruntung sekali ibu nya Sakti bisa punya anak yang sayang banget 🙂

    Salam hormat untuk ibu mu yah Sakti 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s