Linux Menyebalkan

Hampir genap saya menggunakan Linux selama 1 tahun, ada beberapa hal yang menyebabkan Linux itu menjadi menyebalkan, seperti saya yang juga menyebalkan. Jadi sebenarnya saya dan Linux adalah klop, sama-sama menyebalkan :). Lalu apa yang menyebabkan Linux itu menyebalkan? Ada beberapa sebab yang muncul karena sifat-sifat psikologis dan ada pula yang berupa sistemnya Linux itu sendiri.

Saatnya kita masuk ke topten, mulai dari nomor sepuluh:

10. Meremehkan Sistem Operasi Lain

Umumnya para pengguna Linux, meremehkan sistem operasi lain, terutama Windows, mencela sistemnya, memaki pembuatnya dan tentunya mencela penggunanya. Coba masuk saja ke forum sesama pengguna Linux, di situ Windows dihabisi habis-habisan, dijadikan tertawaan dan penggunanya direndahkan martabatnya. Memang sifat ini juga menghinggapi saya. Saya juga sempat mencela Windows, tapi lambat-laun mulai sadar, kalau kita semua adalah manusia, tidak perlu saling mencela #ehm

9. Anggapan Kalau Pengguna Linux Adalah Orang Aneh

Awalnya notbuk saya dipinjam teman, lalu dia komentar kalau kagok memakainya, bentuknya aneh seperti yang punya, sama-sama aneh. Akhirnya saya berubah halauan, yakni menggunakan Linux versi Mint yang bentuk menunya mirip Windows. Menu start, theme dan wallpaper semuanya dimirip-miripkan dengan Windows.

windows8_abal2

Saat notbuk saya dipinjam lagi oleh orang lain, awalnya dia menganggap ini adalah Windows 8. Setelah saya jelaskan kalau ini adalah Linux, dia malah berkata, “Wah gawat nih, gak bener nih, penipuan”. Jadi memang anehkah? Oke, semua yang di luar mainstream adalah aneh. Di luarnya kebiasaan adalah aneh. Aneh=Luar Biasa? Bagaimana perasaaanmu kalau kau dianggap aneh?

8. Kelompok Eksklusif

Sangat berkaitan dengan sebab nomor 8, kelompok pengguna Linux adalah kelompok kecil, minoritas, punya grup sendiri, punya bahasa sendiri.

7. Harus Selalu Connect Internet

Ini dia. Terutama mengenai masalah install-menginstall program. Sangat ribet kalau menginstall program secara offline. Misalnya ada program, sebuah program yang ingin kita install, harus dicek dulu apakah program itu cocok dengan distro Linux yang kita pakai. kalau tidak cocok, harus dibongkar dulu, sesuaikan, blablabla, pokoknya ribet. Maka dari itu harus selalu terhubung ke internet, karena nanti ada application centre yang akan menghubungkan komputer Linux kita ke Repo atau kepanjangannya Repository. Repo ini semacam gudang tempat kita mengambil aplikasi-aplikasi yang sesuai dengan distro kita. Distro? Apa lagi itu? Sabar….

6. Umumnya kurang userfriendly

Setelah sebuah Sistem Linux sudah kita install, kebingungan langsung menyergap. Ini ada kaitannya dengan kebiasaan sebelumnya yang pakai Windows, tentang susunan letak menu dan sebagainya. Tidak seperti Windows yang langsung klop dan tahu maksud pemakainya. Bagi orang yang tidak suka repot, tentunya lebih pilih Windows, tapi bagi orang yang sukanya iseng, membongkar-bongkar sistem Linux adalah hal yang menyenangkan, tapi tidak semua orang adalah iseng.

5. Tukar-menukar File yang Merepotkan

Hidup bersosialisasi memang dituntut untuk berbaur dengan semua orang. Kemudian saling bertukar data, bertukar informasi, itulah komunikasi. Salah-satunya adalah bertukar file, antara pengguna Windows dengan pengguna Linux. Yang ribet kebanyakan adalah ketika file-file perkantoran seperti .doc, .docx, .pptx. dan sebagainya. Memang sih file-file seperti tadi bisa dibuka kalau di Linux, tapi tampilan/susunannya berubah. Harus diubah dulu, disetting ulang lagi file-filenya. Sebenarnya ada emulator (pengemulsi, emulsi itu apa ya? Semacam alat untuk membuka file di sistem yang berbeda) misalnya Wine. Terus aplikasi Windows juga harus diinstall lagi. Jadi bila akan menjalankan file Windows, kerja komputer akan menjadi berat.

4. Banyak Distronya

Apa itu Distro? Seringnya istilah distro dipakai buat yang jualan baju/pakaian. Distro adalah kepanjangan dari Distribution Outlet. Entah kenapa Linux menggunakan istilah Distro untuk jenis-jenisnya. Oke, Linux jenisnya ada banyak, permasalahan ini berkembang menjadi seperti berikut:

a. Bingung mau pakai distro yang mana, bagi yang mau coba-coba Linux
b. Sesama pengguna Linux-pun bisa tidak nyambung obrolannya kalau beda pilihan distronya
c. Beda aplikasi beda distro dan,
d. Masing-masing pembuat distro Linux sangat subjektif merancang distronya dan berharap orang lain menggunakannya, mengikuti alur pikirnya

3. Sok Tidak Ada Virus

Apakah Linux bebas virus? Tidak. Virus untuk Linux sebenarnya sudah ada sejak tahun 1992, tapi tidak begitu berkembang karena penggunanya sedikit. Dan yang saat ini ada, adalah virus untuk distro-distro yang sering dipakai semisal Ubuntu dan variannya. Pembuat virus lebih asyik membuat virus (atau mungkin membuat antivirusnya juga?) di Windows. Kalau saja pengguna Linux melebihi pengguna Windows, maka tunggu saja, virus akan menyerang Linux.

2. Harus menguasai Bahasa Terminal

install-f

Bahasa terminal ini bukan bahasa preman yang sering keluar-masuk terminal, tapi bahasa DOS-nya Linux. Masuk dulu ke terminal, dan ketikkan bahasanya.

Sampai sekarang, saya hanya hapal 2 kalimat.

sudo artinya super user do
su artinya tentu saja super user
apt-get install …. artinya aplikasi yang ingin kita install, titik-titik diisi nama aplikasinya

itu saja.

1. Terlanjur Klop Dengan Aplikasi/ Sistem di Windows

Seiring berjalannya waktu, permasalahan terlanjur klop dengan aplikasi di Windows sudah teratasi. Masalah ini cukup menyebalkan saat di awal-awal pakai Linux. Apalagi harus rela meninggalkan game-game kesayangan Windows. Tapi semua dapat teratasi dengan emulator yang ada. Tapi lagi, tapi masih terasa menyebalkan karena kualitasnya tidak sebanding dengan Windows. Tidak hanya game, tapi juga Photoshop, aplikasi perkantoran, edit film dan sebagainya, harus sering-sering lagi beradaptasi dengan Linux. Bagi orang yang sudah mapan dengan Windows, ini cukup menyebalkan.

Itulah sepuluh sebab kenapa Linux adalah menyebalkan, namun meski begitu, saya akan tetap menggunakan Linux, karena aplikasi-aplikasinya sudah cukup bagi saya untuk tetap terus melanjutkan hidup ini. Bagaimana dengan anda?

***

Iklan

21 pemikiran pada “Linux Menyebalkan

  1. belum pernah sama sekali buka linux.

  2. dalam air ada suara blukutug-blukutug,
    ternyata di dalamnya ada ikan,
    jangan sekali-kali pakai linux,
    karena linux hanya buat orang yg ga punya kerjaan 🙂

    • Maksud lo apa gan?, kerjaan ane di linux, ane manage server os nya linux, centos, cloudlinux, dll,,, internet pake linux juga sebagai sistem operasi servernya, bahkan microsoft menggunakan linux juga untuk servernya,,, jadi kenapa dibilang untuk orang yg gk punya pekerjaan?, justru kerjaan gw di linux,,

      • 🙂 🙂 🙂 🙂
        ih, gitu aja serius, sesama pengguna linux juga nih, ane juga kerjaannya di linux koq, ngajari anak2 pakai open source 🙂 🙂 🙂

  3. wah aku ngikut suami dlm hal ini

    • ikan terbang melompat tinggi,
      saking tingginya menyebrang telaga,
      seorang suami memang harus diikuti
      karena dialah pemimpin rumah tangga

  4. padahal pengen pake linux, sudah diinstal cm jarang dibuka yah memang cukup ribet dan membingungkan 😀

    • awal-awalnya saya juga gitu,
      jadi nginstall dual OS,
      buka linux hanya di saat2 tertentu,
      buat hapus virus2 di flashdisk yg bikin stres

  5. belum pernah buka.

    • tidak ada yang istimewa,
      yang istimewa desember hanya tanggal 22
      tanggal keramat nan bersahaja
      hari ibu bagi ibuku yang cantik nan jelita

  6. linux dan windows mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan..linux yang lebih terbuka akan sangat cocok bagi pengguna yang senang bermain source code dan lebih menonjolkan kemandirian (tidak hanya sebagai pemakai), windows pun mempunyai kelebihan mempunyai penampilan yang menarik, mudah dimengerti dan dipakai, namun mempunyai banyak celah.. menguasai keduanya adalah lebih baik. menguasai salah satunya tergantung keinginan dan prinsip masing-masing….

  7. keduanya tiada yg menyebalkan, sama bgsnya, tinggal orgnya saja yg menilai, dan keduanya tidak dpt berdiri sendiri dalam hal yg nyata, saling berguna, spt saya yg teknisi warnet, walaupun pc client meka windows, tp proxy ttp make linux, cntoh freebsd, ubuntu dll, saling berguna kan?

  8. Harapan saya utk Linux di masa depan :
    -ada installer program offline & bebas dicopas via flashdisk, jdi kaga ktergantungan inet ama cd repo, *Rempong Ciiinnn* 😀
    -installer program yg bisa dipakai di smua distro & smua versi, kan katanya OS ”kebebasan” *User Windows pling benci softwre yg cuma jalan di 1 versi OS*
    -Kagak usak pke dependenci-an” segala, klw emang niat bkin program ya buat spenuh hati, kgak usah nyusahin org dech trus ngarep dibilg canggih gitu *Basiiiiii…Hooeekkkkk*
    blum ada critanye file C di Windows full biar programnya bejibun, jdi Linux kagak realistis amat trlalu hemat space akhirnya nyusahin org…

  9. saya pengguna windows dan linux, saya menyukai kedua sistem ini. dan untuk linux yang paling saya suka. saat saya bertanya untuk sesuatu yang saya tidak tau. responya sesama pemakai linux sangat baik mereka cepat tanggap. apa lagi untuk para pemula, itu yang saya suka di linux. bahkan para senior mau melakukan uji langsung. via virtualbox dan menghadapi situasi. yang saya alami. itu pengalaman saya.

  10. Gw coba linux, pas masuk ‘terminal’ serasa di Jaman DOS lagi :D, spontan gw ketik WS hare gene?. ribet ach calonya ber tatto ‘NAGA’ (pula@bt#)…. Hhwuaaahhaaaayyy…. 😀

  11. GA MASALAH LINUX ATAU WINDOWS,
    BUAT CARI NAFKAH, YANG PENTING SEMUA PROGRAM YANG ANDA PAKAI ADALAH ORIGINAL DAN TIDAK MELANGGAR ATURAN.
    YANG BUAT PROGRAM IKHLAS DAN RIDHO HASIL KARYANYA DIPAKAI OLEH ANDA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s