Tidak Tahu Apa-apa Tentang Hidup

village

Arti hidup itu relatif dan subjektif. Kurang-lebihnya sekitar cinta, benci, dendam, bahagia, target, rencana, deadline, batas, ruang, seni, mapan, mati dan hidup serta lain sebagainya.

Cinta.
dalam artian pasangan hidup, cinta adalah sebuah omong kosong yang terlalu dibesar-besarkan hingga menggelembung, membumbung tinggi, setinggi khayalan orang-orang yang sok mengalaminya.

Ada yang merendah dengan membuat syair, lagu atau mendendangkan dengan sepenuh hati, syair yang membuat mulas pikiran:

Cinta tak harus memiliki…

Yang namanya cinta itu ya harus memiliki. Tidak bisa tidak. Betapa mementingkan dirinya sendiri orang-orang seperti ini. Dan berharap orang lain ikut merasakan penderitaan cinta yang tak bisa dimilikinya. Sungguh egois sekali. Bila memang cintanya tak bisa dimiliki, cari cinta yang lain. Sambil bercermin tentunya.

Menunggu.
Ada juga yang sebenarnya ia sudah tahu jawaban, kalau jawabannya adalah tidak. Tapi ia tetap ngotot dengan keegoisannya sambil bernyanyi:

Aku akan menunggu hingga nafas terakhir

atau

sampai 1000 tahun

dan berharap agar cinta yang tak berbalas akan berubah sikap. Lagi-lagi yang seperti ini menunjukkan kemiskinan usahanya, seperti pengemis yang menunggu. Atau mungkin ia belum tahu jawabannya karena memang tidak berani mengungkapkan. Lagi-lagi yang konyol seperti ini lebih sia-sia lagi hidupnya. Seumur hidup hanya mengekori yang dicintainya, mengintip, memandangi dari jauh. Padahal sebuah kepastian pastilah menyenangkan.

Saat jatuh cinta, merasakan cinta berbalas. Yang sedang membersamai cintanya.
Itulah saat dimana ketika menemukan persamaan-persamaan baik itu persamaan pandangan, nasib, tujuan atau apalah, yang penting sama antara dua belah pihak, maka kabut persamaan itu akan semakin menebal dan menutupi celah perbedaan yang ada. Atau kalau perlu sisi-sisi yang awalnya adalah sebuah perbedaan, lantas dikikir, asah, serut hingga bentuknya tampak sama. Persamaan itulah yang akan mengembang menjadi sayap-sayap yang mengantarkan cinta kemanapun dia berada.

Dendam dan kebosanan.
Sama seperti cinta, dendam juga bisa muncul dan juga harus terbalaskan. Bila cinta terkoyak karena suatu sebab, atau cinta hinggapnya hanya di itu-itu saja, maka perbedaan yang tadinya tertutupi, akhirnya menyeruak dan melebar. Untuk melihat apakah nanti kandas atau tidak, lihat saja dari pondasi cintanya yang dibangun seperti apa menggunakan apa.

Cukup pembahasan mengenai cinta yang semakin kosong jika diomongkan. Beralih ke masalah lain.

Tapi masalah yang lain belum terpikirkan. Baiklah kalau begitu cukup sekian postingan sok tahu dari orang yang tak tahu apa-apa tentang hidup. Semoga menghibur.

***

Iklan

6 pemikiran pada “Tidak Tahu Apa-apa Tentang Hidup

  1. ngomong soal cinta tak akan ada habisnya

    • bangau putih bangau tongtong,
      dikejar pak tani sampai ke telaga,
      cinta sesungguhnya omong kosong,
      dan kosong dibagi angka berapapun takkan ada habisnya

  2. “Lagi-lagi yang seperti ini menunjukkan kemiskinan usahanya, seperti pengemis yang menunggu. “<– suka sama kalimat ini. Heheh

    • pengemis cinta pengemis kasih
      terlalu banyak di dunia ini
      sedang pengusaha cinta dan pengusaha kasih
      harus dibudidayakan, daya dan budi

  3. lagi lagi soal cinta…. cinta oh cinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s