Visioner

28 Oktober 1928 adalah peristiwa sumpah yang menandai penyatuan kelompok-kelompok pemuda yang awalnya bergerak di daerah masing-masing, yang kemudian memiliki visi bersama-sama demi kepentingan satu bangsa, tanah air dan bahasa.

Dimanakah biasanya kita mendengar atau melihat atau menemukan istilah: visi, visioner? Baru-baru ini saya temui istilah visioner pada biodata seseorang yaitu pada bab tipe calon suami yang diinginkan, salah satu syaratnya adalah tadi, visioner.


Biasanya juga kita temukan istilah “visi” ini pada rapat pembentukan AD/ART sebuah kelompok atau lembaga atau pada lembaran awal-awal proposal. Umumnya disambung antara “visi” dengan “misi”. Apa itu visi, apa itu misi dan apa pula arti dari visioner?

Berdasar kamus:

Visi:
[n] (1) kemampuan untuk melihat pd inti persoalan; (2) pandangan atau wawasan ke depan: seluruh rakyat mempunyai — yg sama mengenai perjuangan bangsa; (3) kemampuan untuk merasakan sesuatu yg tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan; (4) apa yg tampak dl khayalan; (5) penglihatan; pengamatan

Misi:
[n] (1) perutusan yg dikirimkan oleh suatu negara ke negara lain untuk melakukan tugas khusus dl bidang diplomatik, politik, perdagangan, kesenian, dsb, (2) tugas yg dirasakan orang sbg suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme, dsb;

Visioner:
[n] orang yg memiliki khayalan atau wawasan ke depan

Setelah melihat biodata dari seseorang tadi, lantas diri berkaca, apakah seseorang yang berdiri tepat di depan cermin ini adalah sosok yang visioner? Bila sepertinya bukan, atau belum, lalu bagaimana caranya supaya memiliki kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan untuk menetapkan visi dan misi hidup?

Bagi orang yang arti kehidupan baginya bagaikan sehelai bulu burung kecil dan halus yang terbang meliuk-liuk dihembus angin, tanpa tujuan, tanpa cita-cita, tanpa harapan dan tanpa mimpi, bagaimana cara baginya untuk memiliki tujuan, memiliki pandangan visioner? Bagaimana kalau sudah dipaksakan sekalipun, pandangan visioner itu masih belum juga muncul? Atau bagaimana dengan orang-orang yang sepenuhnya tunduk pada takdir, tetap dalam kondisi bersyukur meski takdir mencampakkannya ke dasar tanah? Bagaimana dengan seseorang yang memiliki pemikiran kalau justru dengan adanya tujuanlah yang membuat seseorang tertekan, apalagi bila tujuan itu tak tercapai?

Bila memang memiliki tujuan hidup sebegitu pentingnya, tolonglah, ajari, cara instan untuk menjadi seseorang yang visioner, punya tujuan…

Atau adakah seseorang yang syarat calon suaminya adalah tidak visioner, hanya mengikuti ke mana arah angin hidup berhembus?

***

Iklan

3 pemikiran pada “Visioner

  1. Huwehehehehe. mending ditanyain langsung sama yang nulis biodata aja Mas Sakti. Biar lebih cespleng jawabannya…

  2. Cara yang simple adalah bergaul dengan lingkungan yang visioner, sesering dan seintensif mungkin. Apa itu lingkungan ?? Lingkungan adalah segala sesuatu yang dapat mempengaruri pancaindera anda, yaitu orang-orang disekitar anda, buku2/bacaan yang sering anda baca, tontonan yang sesing anda tonton, kebiasaan2 anda dll. Ingat, pada dasarnya lingkunganlah yang memebentuk kita. Bergaullah dengan orang2 sukses, baca tulisan2 orang sukses, tonton tontonan orang sukses. Semoga anda sukses.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s