Ritual Install OS

Pernah curhat ke teman, kalau Linux Julia ini kenapa kadang-kadang tidak bisa multitasking, misalnya ketika sedang dengar radio streaming, terus sambil mengerjakan sesuatu di LibreOffice, terjadi hang. Teman itu malah menyarankan lagi ganti OS ke Linux Pearl 5. Apa lagi itu?

Kalau dulu sewaktu masih muda sih memang masih bisa dengan gampangnya gonta-ganti OS, tapi sekarang sudah tua dan malas jadi karena sudah mapan dengan teknologi. Jadi teringat yang dikatakan penyiar radio pada saat siaran. Saat itu temanya adalah penuaan non fisik, jadi kemungkinan besar penyebab malas ganti OS adalah penuaan non fisik.

Apa itu penuaan non fisik? Ini adalah salah satu ciri penuaan yang nampak tidak secara fisik kelihatan, tapi kelihatan dari cara berpikir. Salah satu indikasinya adalah sudah merasa mapan dengan setingan yang ada. Misalnya sudah nyaman dengan HP Nokia jadul dan merasa malas untuk beli gadget baru karena malas juga harus belajar lagi setingan-setingan dan cara penggunaannya. Apakah anda seperti itu? jika ya, berarti anda sudah termasuk mengalami ciri-ciri penuaan non fisik.


Dulu, sewaktu masih muda, saya sering sekali gonta-ganti OS seperti di postingan ini. Biasanya setelah diinstall, pasti ada ritual penginstalan, ritualnya adalah dengan menginstall aplikasi-aplikasi yang lain.

Dulu pakainya Windows, ritual setelah instalasi komplit, dilanjutkan dengan install:

– pastinya driver VGA dan sound
– antivirus Smadav dan Norton
– Winamp
– Winrar-buat pencinta komik dunlutan harus punya aplikasi ini
– Install theme-theme Windows
– Setting fonts
– Baru install aplikasi-aplikasi lain sesuai kebutuhan

Setelah pakai Linux, ritualnya berubah lagi, karena setelah install, sudah cukup banyak aplikasi yang menjadi satu paket. Paling-paling ritualnya antara lain:

– Cek settingan modem dan wireless
– install audacious-mirip winamp, tapi harus buat equalizer dulu 😦
– comix-langsung buka file .zip dari komik dunlutan, tidak perlu diekstrak
– setting fonts-karena font di Linux itu sangat Linux sekali dan membosankan
– install Docky
– install Bleachbit-mirip CCleaner
– install jejaring sosial seperti, Gwibber dan Turpial, sedangkan Pidgin sudah terinstall otomatis
– Install aplikasi lain sesuai kebutuhan, baru update

Bagaimana dengan ritual anda?

***

Iklan

3 pemikiran pada “Ritual Install OS

  1. berarti sudah lama aku terkena penuaan non fisik. malas kalau hrs belajar setting2 dari awal 🙂

  2. saya ga punya ritual, karena yang nginstalin komputer bukan saya sendiri 😛

  3. yg beginian biasanya suami yg ngeh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s