Sepatu Baru

Suatu ketika di sebuah pelataran SD Negeri Kota X, ada seorang murid kelas 2 yang berjalan lambat-lambat, celingak-celinguk kiri-kanan. Hatinya berdegup kencang. Dilihatnya pergelangan tangan kirinya yang telah terpasang jam tangan. “Oh, masih jam 6:30.”

Halaman SD masih sepi.


Pandangan anak tersebut masih menyebar ke seluruh pelosok dan celah sempit sekolahan. Masih sepi, hanya ada Pak Karmin, penjaga sekolah yang menyapu halaman. Saatnya bergegas masuk ke kelas sebelum terkuak.

Sebenarnya apa yang disembunyikan anak ini?

Anak tersebut kemudian langsung masuk ke kelas, ternyata di sana sudah ada teman sekelasnya bernama Sisca.

“Hai Beno, dengaren masuk pagi?”

“Iya nih, mau ngerjain PR dulu, pinjem PR-mu ya?”

“Oke deh, nih,” sambil menyerahkan bukunya, Sisca sempat melihat ke bawah, ke sepatunya Beno, “Wah sepatu baru nih, kenalan dulu dong!” Secara otomatis kakinya Sisca sudah menginjak sepatu baru itu.

“Sial, sakit!”

Selang beberapa waktu kemudian, muncul penghuni kelas yang lain, Nova, Fafa, Boy, Septian dan lain-lain.

“Woi… sepatunya Beno baru!!!”

Tanpa ba-bi dan bu serta be-bo, semua kaki-kaki itu sudah bertumpuk di kaki Beno. Sebelum bertambah tumpukan lain lagi, sebelum kaki-kaki yang lain melumat kakinya, Beno sudah buru-buru melarikan diri ke pojok meja guru. Tapi itu takkan menyelamatkannya dari kaki-kaki yang sudah lapar dan menyeringai bagai zombie. Begitu ributnya suasana hingga suara bel masuk tidak terdengar, demikian pula ketika Pak Guru ternyata sudah berada di depan meja guru.

Anak-anak lantas mundur dan duduk di meja masing-masing, demikian juga Beno. Namun sebelum Beno meletakkan pantat ke tempat duduknya, ia dipanggil dulu oleh Pak Guru.

Setelah Beno berada di hadapan Pak Guru, tiba-tiba saja Pak Guru juga ikut-ikutan menginjak kaki Beno.

Semua murid tercengang, termasuk Beno.

“Anak-anak, selamat pagi.”

“PAGI PAAAK!!!”

“Kalian tahu tidak, kenapa sepatu baru itu harus diinjak-injak sepatu lain?”

“Buat kenalan dengan sepatu lain Pak.” Kata Doni sambil ketawa, disambut tawa murid lain.

“Haha, benar sekali,” kata Pak Guru, “Tapi ada yang lebih penting lagi, sepatu baru itu kan kaku, jadi harus diinjak-injak dulu supaya bisa lemas dan nyaman digunakan, jadi Beno, kamu harus berterima kasih kepada teman-temanmu yang merelakan tenaganya demi kenyamanan kakimu…”

Ribuan tawa pun berderai.

***

Teman-teman punya pengalaman mengenai sepatu baru?

Iklan

6 pemikiran pada “Sepatu Baru

  1. ini baru guru yang asik…… pintar memposisikan diri…… 😀

  2. Yang Sepi ini sedang ditemai oleh secangkir Kopi dan Sebatang Rokok.. Namun Ditambah Baca Artikel.. Mancaaapppp.. 😛

  3. aih, pak gurunya gokil 😆

  4. Ane selalu belajar dari kisah orang kecil namun berhati besar,, yukk mari sebarkan ilmu seluas-luasnya.. 🙂

  5. wahhhhh enak kalo pak doni mengajar di sekolah kami sekolah kami semuanya teman kamu bahagia

  6. beli sepatu yang pas sama kaki enak kali ya mas..kalau mau beli sepatu buat ngajar pak doni bisa hubungi saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s