Mati dan Pergi

Sejak jumat kemarin saya sudah berhasil download beberapa film, tapi yang baru selesai ditonton perhari ini (tanggal 7 Juli 2012) baru Twilight Breaking Dawn part 1 dan Snow White And The Huntsman. Dilihat dari judul postingan dan baca satu paragraf postingan ini, pasti sudah bisa ditebak ke mana arah pembicaraannya.

Kedua film ini adalah film yang tidak masuk akal, tetapi lumayanlah buat hiburan dan ketawa-ketiwi dalam hati, meskipun juga kedua film ini adalah film yang dibungkus secara “serius”.

Resensi singkatnya Snow White And The Huntsman mengisahkan perjuangan Ratu Kegelapan, Revenna, agar tetap awet muda dan tetap lebih penting lagi tetap hidup abadi supaya senantiasa memegang tampuk kepemimpinan (incumbent) di kerajaan. Apakah kekuasaan itu sebegitu manisnya?

Pada awal-awal cerita, Ratu berbincang-bincang dengan Mirror-mirror on The Wall. Tampak di pantulan wajah Mirror, keriput kecil Sang Ratu kelihatan jelas, maka dari itu ia menculik gadis untuk dihisap nyawanya supaya bisa muda kembali. Menurut Mirror lagi, supaya Ratu menjadi immortal, maka harus mengambil jantung dari Snow White, anak tirinya. Cerita selanjutnya kurang lebih sama dengan cerita yang sudah-sudah, hanya saja tampilan film lebih sadis, khusus dewasa dan ada beberapa unsur kejutan lainnya.

Untuk Breaking Dawn part 1, akhirnya, akhirnya dan akhirnya jadi vampir juga. Sejak Twilight, New Moon, Eclipse sampai detik-detik ML bulan madu Breaking Dawn, Bella sudah merengek-rengek kepada suaminya untuk dijadikan vampir, tapi Si Edward masih belum juga mengubah istri tercintanya itu. Ketika keadaan sudah kepepet, barulah diambil keputusan. Kenapa tidak dari dulu-dulu Bella dijadikan vampir? Supaya ceritanya lebih seru? Apa karena Edward ingin Bella segera menjadi tua dan mati, kemudian bisa cari yang baru lagi? Atau Edward memang berhati suci, tidak mau kekasihnya ikut-ikutan menjadi monster?

Baik dari Snow White maupun Twilight, Ratu Revenna maupun Isabella Swan sama-sama menginginkan hidup abadi, tetap muda dan cantik. Memang apa salahnya dengan keadaan seperti ini? Semua orang menginginkan awet muda, hidup lebih lama. Begitu juga dengan produk kosmetik yang laris hingga sekarang, anti-aging, apakah sedemikian menakutkannya untuk menjadi tua? Menjadi tua dan akhirnya mati?

Omong-omong masalah mati, apa itu mati ?
Mati adalah berpisahnya nyawa dari raga.

Menurut kamus besar bahasa indonesia, mati adalah sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi: anak yg tertabrak mobil itu — seketika itu juga; pohon jeruk itu sudah — , akarnya pun sudah busuk; 2 tidak bernyawa; tidak pernah hidup: batu ialah benda –; 3 tidak berair (tt mata air, sumur, dsb); 4 tidak berasa lagi (tt kulit dsb); 5 padam (tt lampu, api, dsb); 6 tidak terus; buntu (tt jalan, pikiran, dsb): krn pikirannya sudah — , ia tidak dapat berbuat apa-apa; 7 tidak dapat berubah lagi; tetap (tt harga, simpul, dsb); 8 sudah tidak dipergunakan lagi (tt bahasa dsb); 9 tidak ada gerak atau kegiatan, spt bubar (tt perkumpulan dsb): kalau tidak diurus, koperasi itu akan –; 10 diam atau berhenti (tt angin dsb): perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut krn angin –; 11 tidak ramai (tt pasar, perdagangan, dsb): setelah ada pasar swalayan, pasar ini –; 12 tidak bergerak (tt mesin, arloji, dsb): saya terlambat krn jam saya ternyata –;

Mati, semua orang pasti mengalaminya. Kalau dipikir-pikir, saat mati itulah, saat pembuktian semua agama di dunia ini apakah benar ataukah salah (SARA nih).

Mati, ada ajaran yang bilang kalau setelah mati, maka mereka yang mengalaminya akan “hidup lagi” tapi di alam yang lain, alam kubur, menunggu akan adanya hari perhitungan. Ada juga ajaran yang bilang kalau orang mati nantinya akan hidup lagi di dunia ini, tapi dalam bentuk yang lain, mereka bisa kembali menjadi manusia, bisa juga menjadi binatang atau tumbuhan. Peristiwa ini lazim disebut sebagai: reinkarnasi.

Ada juga yang bilang kalau mereka yang mati, tapi mati-nya penasaran, maka mereka yang mati itu masih terus tinggal di dunia ini dalam bentuk rohnya saja dan berusaha menuntut balas kematian mereka.

Uh…ada-ada saja. Apa pendapat-pendapat tentang mati di atas adalah benar ?

Tidak tahu. Untuk bisa membuktikannya, kalian harus mati dulu. Bagi kalian yang mau mati untuk membuktikan semua itu maka dipersilakan, tapi dengan syarat, nanti setelah mati, silakan tulis pengalaman kalian di blog masing-masing.

wew, apa bisa ya ?

***

Iklan

4 pemikiran pada “Mati dan Pergi

  1. hoho, aku jadi inget rooftop, drama Korea yg ceritain tentang reinkarnasi
    aneh dan lucu banget meski gak masuk akal

  2. hmm…. mungkin kalau sudah tua ga bisa gaya sak. kalau pakai tatto dibadan pas muda kan keren.. kalo sudah tua nanti tattonya seperti digambar di atas kertas yang sudah lecek plus gambarnya mletot mletot ga jelas..

    sekian urun pendapat dari saya…

  3. saya juga belum pernah mengalami mati. Mungkin komentar dibawah ane ini tahu. 😛

  4. mana bisa setelah mati nulis pengalamannya di blog ? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s