Tanah Coklat

tubuhku, kau coklat, mengingatkanku akan tanah liat.
tubuh coklat, kau hakikatnya adalah tanah liat.
kau adalah tanah liat yang coklat.

…tanah coklat, kamu kelak menjadi selimutku, kelak tubuhku akan menyatu dengan dirimu, maafkan aku karena aku saat ini masih menginjak-injakmu dengan kakiku…,


tanah coklat, kulihat kau menggeliat
kau menatapku lekat-lekat
ketakutanku akan ke-mati-an takkan lagi tercatat.

…tanah coklat, aku kedinginan di sini tempat
ingin segera menjadikanmu sebagai selimut hangat
aku basah kedinginan karena tercebur di lautan hitam pekat

oh…tanah coklat, tenangkanlah dirimu, kamu kelak akan menjadi selimutku, kelak tubuhku akan menyatu dengan dirimu, maafkan aku karena aku saat ini masih menginjak-injakmu dengan kakiku…,

sebenarnya aku ingin menciummu dengan penuh hasrat
dengan kerinduan yang tak dibuat-buat
tapi rasa malu ini serasa mencekat

duhai tanah coklat, wajahmu semanis coklat
bisa kubayangkan bila suatu saat
butiran-butiran tubuhmu mendesakku di dalam kuburan hangat

dan kumenciumi tubuhmu yang harum
bagai ratusan bunga berkuntum-kuntum
ber-se-tubuh denganmu, menjadi satu tubuh denganmu, tubuh yang ranum.

***

Iklan

18 pemikiran pada “Tanah Coklat

  1. wewww puisinya bagus bangett sob, karangan sendiri neh?…

  2. tanah, banyak orang yang menginginkannya, tanah juga yg bikin banyak orang berkelahi, dan terakhir tanah juga yg menjadi tempat kembali semua orang ..

  3. ttg tanha coklat bisa jadi puisi sebagus ini

  4. keren puisinya. bahkan seonggok tanahpun bisa menjadi inspirasi untuk mencipta karya. tampilan blognya juga keren sob. congrats!!! salam kenal dari ahsin di solo.

  5. Salam Kenal Ya Untuk Semuanya.. 🙂

  6. bagus sekali artikelnya, thx

  7. Dan sementara itu, kita juga sibuk ditanyai oleh dua malaikat
    dapatkah kita menjawab?

  8. beli roti kebab, jangan lupa ditambah acar,
    belum tentu kita bisa jawab dengan lancar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s