Melawan Gengsi

Postingan ini berisi tentang orasi untuk membangkitkan kesadaran akan memiliki suatu barang. Sudah banyak orang-orang yang sudah tidak lagi sadar karena terlena oleh persepsi, terutama mengenai membeli dan membelanjakan uang mereka.

Seseorang ketika memilih untuk membeli barang, tidak lagi mempertimbangkan fungsinya, tetapi lebih ke arah gengsi atau persepsi kata orang. Baiklah berikut adalah contohnya:

Seseorang membeli motor sport mahal. Mahal karena memang motor tersebut larinya kencang, cc besar, padahal pembeli tersebut bukan seorang pembalap, pakai motor juga sangat pelan di bawah 50 km/jam. Lagipula tempat tinggalnya di kota yang amat sangat macet, untuk mengebut saja tidak bisa. Jadi dia membeli motor bukan karena kecepatannya, tapi karena ada hal-hal lain di baliknya.

Contoh lain, seseorang membeli smartphone, padahal yang ia butuhkan hanya telpon dan sms saja, tidak bisa menggunakan fitur-fitur di dalamnya. Seolah percuma saja membeli sesuatu karena memang sudah mabuk dan terlena oleh gengsi, harga diri dan persepsi. Apalagi dengan cepatnya perkembangan teknologi komunikasi, sangat mungkin smartphone yang tercanggih abad ini, 2 bulan lagi sudah menjadi sampah di gudang karena muncul versi terbarunya.

Baiklah kawan, saatnya sadar, saatnya bangun, saatnya bangkit dari keterlenaan itu.

Belilah barang yang benar-benar sesuai kebutuhan saja. Pikirkan berulang kali bila ingin membeli sesuatu karena dengan begitu banyak sekali rupiah yang bisa kita hemat. Kemudian alokasikan dana-dana penghematan itu untuk membantu saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang membutuhkan.

Saatnya sadar !

Saatnya bangkit !

***

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp

Iklan

11 pemikiran pada “Melawan Gengsi

  1. Saya telah membaca dengan seksama artikel diatas.
    Akan segera saya daftar
    Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Salam hangat dari Surabaya

  2. bener banget gan….banyak yg karena gengsi, bukan pungsi…

  3. sepakaat bangett.
    anak jaman sekarang baru berstatus SD aja udah pke BB, buat apa coba?

  4. sadar dan bangkitlah kawan,.. hehehehe ia juga kak,.banyak beli hp bagus tapi g bisa mengoperasikan.

  5. kalo butuhnya emang buat prestise gimana dong? Khan kadang ada beberapa orang yang menganggap kemewahan adalah kebutuhan hidup. *no hard feeling

    • bener juga, kalau gak mewah, mending mati aja πŸ™‚ semoga yang berpemikiran seperti itu kembali ke jalan yang benar

  6. belilah barang sesuai kemampuan dan kebutuhan (keduanya saling menyesuaikan ya). udah ga jaman deh beli barang krn gengsi. kalo aku sukanya beli barang (selain krn butuh), jg karena murah….. hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s