The Black Butterfly

black butterfly

sangat benar bila kau mengandaikan aku sebagai ulat, karena begitu serakahnya aku memakan segalanya yang ada, menembakkan bulu-bulu gatalku padamu, menjadi hama yang mengganggu ketentramanmu…

sungguh benar bila kau mengatakan kalau aku bodoh bagai berada dalam dinding kokoh kepompong ketidak-tahuan sehingga tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu…

dan bila nanti aku berhasil keluar dari benteng kepompong itu, menjadi kupu-kupu…

sungguh benar, blia kau menilai gerak terbang-ku tak beraturan, karena aku begitu terengah-engah kehabisan nafas saat mengepakkan sayap berat tapi rapuh ini, kadang mengepak cepat di jalur lambat, kadang mengepak lambat di saat harus cepat,

bila bunga-bunga, buah-buah atau tanaman-tanaman berterima kasih karena aku telah membantu penyerbukan mereka, percayalah, aku tidak sengaja melakukannya. Aku hanya egois menuruti hasrat lidahku untuk mencicipi manisnya bunga-bunga, bila serbuk-serbuk sari itu menempel di kakiku, itu tidak kusengaja…

dan bila kau menganggap aku ini indah,

terima kasih

i’m transform, i’m butterfly

***

Iklan

Satu pemikiran pada “The Black Butterfly

  1. We defneitily need more smart people like you around.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s