Ambisi dan Target

Kamis pagi kemarin, saat berangkat kerja dengan jalan kaki, ada seekor kucing, kucing perempuan yang sedang hamil. Kucingnya cukup cantik, bulunya abu-abu lebat pendek, belangnya hanya di sekitar leher. Ingin sekali kupegang, karena pasti rasanya sangat lembut, seperti bulu karpet yang baru dibeli dari toko. Saat itu dia sedang mengendap-endap, berkonsentrasi mengincar cicak. Perlahan-lahan, tatapannya sangat serius. Mungkin bagi orang lain, pemandangan ini biasa saja, tapi bagi saya ini begitu menarik. Dada ikut berdebar-debar seperti sedang menonton film thriller. Target buruan, cicak, cicak itu memutuskan ekornya, seperti perilaku insting yang sudah hendak mengelabui kucing, tapi kucing itu tidak tertarik. Matanya tetap memicing ke tembok, tidak ke dasar trotoar dengan ekor cecak yang menggelepar-gelepar. setelah menunggu dengan sabar, sambil mengambil ancang-ancang dengan merunduk, melipat kaki depannya satu dan mengoyang-goyangkan pinggul-pantat-ekornya, kucing itu dengan sigap meloncat dan akhirnya cecak berhasil digenggam pakai mulutnya. Sangat sigap sekali, meskipun sedang hamil.

Begitulah, sangat menyenangkan melihat seseorang atau sesosok makhluk yang memiliki target dan berambisi untuk meraih target tersebut sekuat tenaga. Coba saja lihat acara televisi discovery channel atau acara lain yang sejenis, tentang harimau atau macan yang sedang berburu. Pertama-tama dia menetapkan dulu calon buruannya. di suatu padang, misalnya ada kawanan zebra atau rusa. Dari kejauhan harimau sudah menetapkan targetnya. Setelah target terkunci barulah mulai action. Uniknya meskipun nantinya kawanan zebra atau rusa akan kocar-kacir, harimau akan tetap mengejar target yang sudah terkunci tadi meski ada zebra atau rusa lain yang sebenarnya sudah berada dalam range serangannya.

Menetapkan target, menentukan resolusi, sangatlah penting, karena dengan targetlah hidup menjadi bersemangat, seperti itulah kata-kata seorang motivator. Sekarang bagaimana dengan diriku? Resolusi tahun kemarin masih terbengkalai, yakni resolusi tentang pernikahan, tentang pendamping hidup. Sepertinya resolusi itu masih muluk-muluk, jauh panggang dari api. Iya, masih jauh dari harapan, setelah lihat kenyataan. Baik, resolusi tahun ini, sudah terlambat untuk ditetapkan, sudah April bila dilihat secara Masehi, sudah Jumadil awwal secara Hijriyah, tapi daripada sama sekali tak ada target tahun ini…

Resolusinya adalah: saya ingin memiliki kucing.

Karena saya masih kontrak satu kamar kost, dan pemilik kost tidak mengijinkan saya untuk pelihara kucing, resolusi saya berkembang menjadi: saya harus punya rumah, rumah sendiri, minimal rumah kontrakan. supaya saya bisa bebas pelihara kucing.

Itu saja dulu.

***

Iklan

6 pemikiran pada “Ambisi dan Target

  1. waaaa, kucingnya cantik banget :3

  2. kucing hamil..?
    wah tanda tanya ki…
    haha

  3. mauuu punya kucing jugak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s