Lagi-lagi Belajar Menulis lagi

Memejamkan mata,
menarik nafas,

Bola mata yang tadinya panas, lambat laun menjadi dingin, basah, dibasahi beberapa mili air mata. Dunia menjadi tak terlihat. Gelap, tapi bukan pekat. Berkas-berkas sinar masih menembus kelopak mata. Baru ketika telapak tangan ditekan di atasnya barulah hitam, gelap, tentram.

Berusaha melupakan sejenak perdebatan sengit dengan beberapa atasan di kantor yang seringnya, bahkan, takkan pernah mau kalah. Berusaha mengenang peristiwa saling curhat dengan teman karyawan satu nasib satu perjuangan. Inilah hidup.

Sudah jam 18:20, sudah adzan… saatnya buka puasa.
Buka pakai chicken nugget pemberian teman.

Heran,kenapa yang jadi nugget harus daging ayam?

Pernahkah kau dengar kambing nugget, atau bebek nugget?

***

Iklan

4 pemikiran pada “Lagi-lagi Belajar Menulis lagi

  1. adadulu siomay rasa kambing waktu lebaran idul adha 😛

  2. apapun nuggetnya saya engga makan 😦

    tulisan kamu bagus deh.. dipasangin magnet ya? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s