Monster Sekolahan

source : http://9gag.com/

Sekolah adalah monster… Sekolah adalah monster…. Kata-kata tersebutlah yang sering berlalu-lalang di otak anak itu.
Sekolah adalah monster.. Sekolah adalah monster. Rupanya ia mengkambing-hitamkan sekolah yang telah membuatnya seperti ini.
Siapa anak ini? Awalnya ia seperti anak-anak lain, riang gembira seperti biasa. Menikmati masa kanak-kanak di sebuah kota pinggir laut. Dengan bersekolah di SDN inpres, dengan anak-anak lain yang sedehana. Entah kenapa juga anak-anak di sekolah tersebut begitu sederhana juga pemikirannya sehingga anak ini ikut sederhana pula pemikirannya. Masuk sekolah hanya bermain, menumbuk kenari, bertemu guru, membahas pelajaran sedikit lalu pulang.

Lalu kenapa bisa muncul pemikiran sekolah adalah monster di benaknya? Karena tak lama setelah itu, anak tersebut pindah ke pulau dengan penduduk terpadat di negara ini, dan begitu kagetnya ia setelah masuk ke sekolah yang mementingkan nilai-nilai, dengan salah-satu guru kelas yang dengan mudahnya mengatakan : bodoh, langsung di depan murid tersebut, di depan teman-temannya kalau anak tersebut adalah bodoh. Bodoh, malas, sempit pemikiran, tidak kreatif. Dan kalau sudah guru tersebut mengolok-olok murid bodoh itu, ia lantas tersenyum puas, diikuti murid-murid lain. Dan yang paling banyak terkena olok-olok guru tersebut adalah si anak ini.

Setiap hari hanyalah teror mental yang mendera anak itu saat akan masuk sekolah. Sekolah sudah seperti monster besar dengan mulut bertaring menganga siap memangsanya. Pada saat teror mental itulah, otaknya berhenti berputar. Diam. Pelajaran-pelajaran yang ingin masuk ke otaknya, tidak bisa masuk. Setiap ada PR-pun anak itu sengaja memilih untuk tidak mengerjakan. Karena hukuman bagi yang tidak mengerjakan PR adalah keluar dari ruangan dan diminta untuk kerjakan dulu PR-nya. Ia memilih untuk keluar dan menikmati udara angin segar di ruang kelas tingkat dua di sekolah monsternya.
Sering pula ia memilih untuk sakit, agar tidak masuk sekolah. Ditunjang dengan badan kerempeng dan kulit pucatnya, ia sukses meyakinkan ibunya yang kemudian akan menuliskan surat ijin tidak masuk sekolah.

Sekolah monster ini hanya 1 tahun saja, karena setelah naik ke kelas 6 SD, guru kelasnya sudah berganti menjadi orang yang mengasyikkan. Guru tersebut sebenarnya adalah lulusan MIPA fisika, jadi setiap ada pelajaran IPA, apalagi tentang percobaan-percobaan, apalagi percobaan tentang listrik, guru tersebut sangat antusias mengajar.

Meskipun begitu, tetap saja, trauma dari guru kelas sebelumnya masih tetap membekas erat pada anak itu. Hingga saat ini.
Anak itu menjadi rendah diri, terutama saat ada yang mengatakan kalau ia sempit pemikiran, bodoh, langsung saja otaknya seperti berhenti bekerja, diam. Hanya bisa diam. Monster sekolah yang menyeramkan muncul mendadak hendak menerkamnya.

Entah, bagaimana dengan nasib anak ini ke depannya.

***

Iklan

4 pemikiran pada “Monster Sekolahan

  1. Ngeri deh bacanya. Anak-anak memang mudah merekam pendapat orang dewasa tentang diri mereka. Padahal pendapat ini belum tentu benar. Harusnya orang dewasa lebih sering memuji agar si anak percaya diri. Kalau pun memberi hukuman ya bukan dengan cara seperti itu.

  2. sekolah adalah tempat paling bagus untuk nipu ortu
    haha

  3. .diam. diam. langsung dilahap. hap.

  4. –hanya berbagi–
    sewaktu saya kls 2 SD,saya sekelas dgn anak wali kelas. wali kelas saya itu galak. apalagi dg anak nya ini. hingga pernah suatu hari (saya lupa apa kesalahan temen saya itu) temen saya dipukuli dan ditempeleng oleh wali kelas itu yg notabene adalah ibu nya sendiri, di kelas di depan teman2 semua. hingga saat ini kejadian itu terus teringat jika saya mengunjungi kelas itu 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s