Antara Mainan Transformers, Prinsip Ekonomi dan Psikologi Nafsu

Hayoo… siapa yang tahu, mainan di bawah ini namanya apa?


Robot?

Yup betul sekali, siapa yang belum pernah lihat robot?

Saya termasuk yang paling suka dengan mainan robot transformers, bahkan sampai setua sekarang seringkali masih rebutan mainan dengan para keponakan. Saya berdoa saja kepada yang maha Kuasa, semoga kelak saya diberi anak lelaki, supaya kalau mamanya beli mainan, papanya ikut menikmati 🙂

Baik saatnya kita bicara serius. Lho kok? Ini kan postingan tentang mainan, kenapa harus serius?

Pertama-tama, waktu kecil saya ingin punya transformers, bukan karena bagus atau sedang tren, tapi karena prinsip ekonomi, sekali tepuk dua lalat terlampaui. Punya satu mainan, tapi punya dua mainan, yaitu robot, dan perubahan robotnya itu nanti, mungkin bisa jadi mobil atau pesawat.

Kedua, pernyataan pertama tadi hanya isapan jempol belaka ternyata. Prinsip ekonomi hanya perkiraan awal saat mau beli, karena ternyata saat mainan itu ada di tangan, nafsulah yang berbicara. Nafsu yang tidak puas, dan tidak puas dan tidak puas. Apa sebabnya? Ketika bentuknya masih robot, hati ini sangat sangat ingin mengubahnya menjadi mobil. Saat sudah diubah jadi mobil, ingin diubah lagi jadi robot. Begitu terus dan berulang-ulang hingga mainan transformers tersebut cepat sekali aus komponennya dan akhirnya menjadi bangkai, teronggok di sela-sela kulkas, lemari atau kolam.

Demikian pula yang terjadi dengan keponakanku satu ini, si pemilik robot yang ada di atas.

“Om, minta diubah dong jadi robot,”

“Lho, kan udah diajari?”

“Masih belum bisa..”

“Ya udah, ini ke sini… terus itu ke sini… terus itu ke situ…Nah sudah jadi robot kan?”

“Hm… Ubah lagi dong jadi mobil…”

***

PS: Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak

Iklan

27 pemikiran pada “Antara Mainan Transformers, Prinsip Ekonomi dan Psikologi Nafsu

  1. om. mau beliin maenan dong om. tp galaxy tab 10.1 ya om.
    #dilemparsendal

  2. waktu kecil, ada mobil2 mainan yang bisa berubah menjadi robot.. dulu suka banget.. 😀

  3. Waktu gue kecil, mainan gue juga robot2an. Atau tamiya, atau juga beyblade 😀

  4. keinginan masa kecil emang gak tentu sih
    penginnya sesuai kemauan
    gakan pernah puas deh

    anyway menurut eyd kata merubah itu seharusnya diganti mengubah
    begitu juga dengan dirubah itu diganti dengan diubah
    *cmiiw

  5. sukses buat kontesnya mas bro. 😎

  6. oom..oom.. eh oom ikutan juga toh kontesnya… sukses ya oom…

  7. Waw…semoga menang ya ikut kontesnya 🙂

    terimakasih jejaknya di blog sederhana saya, salam kenal

    salam persohiblogan 🙂

  8. Kunjungan balik mas. Selamat malam, sukses selalu untuk anda…

  9. hari ini ke sini sob…

  10. eh, ke sini lagi…

  11. Ahahha, saya kira itu mainan kamu 😀

  12. Hoho… kebayang deh kalo robot2an dipegang oleh keponakanku. Mungkin hanya dapat bertahan dalam hitungan jam saja. Selebihnya, rontok! 😀

  13. Pernah kecil kok, mas. Setidaknya untuk 2 tahun doang #eh :p :p

  14. wah waktu saya kecil sih ga begitu suka mainan, cepet bosen soalnya -_____-”

    banyak robot2an bosen. apalagi kalau ngeliat adik yang main ituuu terus.. liat aja bosen apa lagi maininnya..
    ada boneka teddy bear pun hanya jadi pajangan –> yah berhubung saya alergi debu dan bulu.. #curhathaha
    dan mainan lain juga cuma jadi pajangan..

    kalau dipikir2 waktu kecil saya ngapain aja ya ? hahaha
    mungkin saya tipe penonton daripada pemain .. ckckck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s