Akhir Yang Indah

Bagaimana cara menciptakan akhir yang indah?

Di sebuah lomba penulisan cerpen satu setengah tahun yang lalu, Sakti, si pemilik blog ini mengikutinya, tapi sayang, karyanya tidak masuk kriteria juara. Tim jurinya terdiri atas tiga orang, semua pakar cerpen. Dari ketiga juri tersebut hanya ada satu juri saja yang mengomentari kenapa karya-karya yang kalah bisa tidak masuk kriteria. Juri tersebut adalah seorang ibu-ibu yang sudah malang-melintang di dunia tulis-menulis. Orangnya cukup baik karena di sela-sela waktunya yang sibuk, menyempatkan diri mengomentari karya-karya yang tidak masuk sebagai juara. Peserta yang dinyatakan gagal, diminta berkunjung ke website miliknya untuk melihat alasan kenapa karya-karya itu gagal. Cukup banyak tulisannya, dibuat perjudul dan dinilai kekurangannya ada dimana. Tibalah cerpennya Sakti, menurutnya cerpen itu ide ceritanya cukup menarik, tata-cara penulisannya sudah bagus dan pemilihan bahasanya jarang dipakai orang lain. Penulisannya sudah cukup baik di awalnya, cukup bisa memikat pembaca untuk terus membaca lagi. Kelemahannya ada di akhir cerita. menurutnya akhir ceritanya terlalu tergesa-gesa dan cenderung dipaksakan, tidak sebanding dengan awal cerita yang seru dan menggebu-gebu.

Ini dia kata kuncinya: akhir yang indah. di dalam benak penulis cerita amatiran, seperti sakti, bagaimana mungkin bisa menebak atau mengikuti alur pemikiran pembaca, atau setidaknya mereka-reka bagaimana akhir cerita?

Atau setelah dipikir-pikir, bagaimana kalau benar, kalau seorang Sakti hanya bisa membuat awal yang bagus?
Tapi tidak cerdas membuat akhir yang indah?

Atau mungkin karena Sakti belum pernah mengalami akhir yang benar-benar ‘akhir’?

Ah, peduli amat.

Memang, semua hal diawali dari akhir. Semua hal dinilai dari akhirnya. Alkisah ada ulama baik yang selalu mengabdi pada masyarakat. Menjelang akhir hidupnya ternyata ia tergoda untuk berzina. Akhirnya benar, ia meninggal saat di atas ranjang setelah selesai berzina. Cerita hidupnya berubah menjadi suram semuanya, seolah perbuatan baik selama hidupnya terhapus begitu saja oleh setitik noda di akhir kehidupannya. Lain lagi sebuah cerita, dimana ada seorang pembunuh yang membunuh banyak orang, di akhir hidupnya ia ingin bertobat. Belum sempat ia bertobat, ia sudah mati duluan di jalan. Atau ada seorang pelacur yang di akhir hidupnya ia telah berhasil menyelamatkan seekor anjing yang hampir mati kelaparan. Bagaimana kalian melihatnya?
Iya, semua hal dinilai dari akhirnya, bagaimana akhirnya. Itu yang menentukan semuanya.

Dan lihatlah, khusus postingan ini akan Sakti akhiri.
Apakah akhir postingannya sudah indah?

Apabila belum, tolong katakan:

Bagaimana cara menciptakan akhir yang indah?

***

Iklan

4 pemikiran pada “Akhir Yang Indah

  1. Akhir yang indah? Seperti judul sebuah lagu. 😀

  2. hehe… kalo film horor, biasanya akhirnya gak indah sama sekali. Pasti hantunya atau penjahatnya masih hidup terakhirnya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s