Saatnya Jadi Sok Pahlawan

tubuhku adalah lilin
leherku adalah sumbunya
kepalaku adalah sebongkah api kecil yang sering bergoyang-goyang, kiri dan kanan.

sewajarnya bila aku bisa memukul kegelapan dengan sarung tinju cahayaku
dan sewajarnya bila suatu saat nanti umurku akan habis dalam pengorbanan
dan sewajarnya juga bila aku bahagia bisa mempersembahkan kepalaku pada dunia

namun, semuanya akan sia-sia bila dosa-dosa berbentuk angin menghampiri
karena angin walau dirasakan sejuk, ternyata mampu memadamkan kepalaku
angin dapat memenggal kepalaku

dan akhirnya gelap hitam merayapi tubuhku
dan aku akan hanya menjadi bangkai lilin yang tergeletak bodoh
tergeletak bodoh, tubuh masih ada, tak punya kepala

akan tetapi, kenapa angin,
yang bisa membuat kepalaku yang oranye, kuning dan merah bergerak-gerak liar,
yang sangat bisa membuatku bergairah,
sering mendatangiku ?

sebenarnya aku hanya ingin secepatnya menuntaskan tubuhku, menghabiskan leherku dan mati sebagai pahlawan.
dan aku tak ingin menjadi mayat yang teronggok bodoh dikalahkan angin
dan setelah aku habis, aku berharap diganti dengan lilin-lilin lain yang lebih perkasa menghadapi gelap
dan juga menghadapi angin.

***

Iklan

6 pemikiran pada “Saatnya Jadi Sok Pahlawan

  1. Itu gambarnya digambar sendiri ya?

  2. ciiieeee…gotik nih yeeee… 😛

  3. pahlawan tanpa jasa ya lik..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s