Puasa Cinta

wahai pepohonan dan dedaunan !
mengapa kamu bersenang-senang ?
bersuka-ria tertawa-tawa gemerisik ?
apakah angin dan matahari bersekutu menggelitiki kalian dengan sentuhannya ?
walau sebenarnya angin menghembuskan nafas kesalnya pada kalian,
dan matahari menampar kalian dengan panas dan membekas ?
aku tidak habis pikir,
mengapa kalian masih tetap tertawa-tawa bahagia ?


duhai lelebahan dan bebungaan !
mengapa kamu bernyanyi-nyanyi ?
apa yang kamu nyanyikan ?
lebah, apakah kau senang bisa menghisap manisnya bunga ?
bunga, apakah kau bahagia, kemanisanmu dinikmati lebah ?
habis pikir aku tidak,
tetap masih tertawa-tawa bahagia kalian, mengapa ?

pepohonan dan dedaunan menjawab :
ya anak kecil, anak yang diselubungi kabut kedukaan !
mengapa kamu bersedih ?
kami di sini bahagia sebab masih juga merasakan sejuknya butiran angin,
dan belaian lembut matahari
jemari akar kami kekenyangan menghisap makanan dari bulir-bulir tanah coklat
lalu kami tertawa bergemerisik
lalu apakah kami harus ikut bersedih bersamamu ?

lelebahan dan bebungaan juga menjawab :
dasar bodohnya kau anak kecil,
kami, lebah dan bunga, saling membutuhkan, saling meng-ada-kan
dan kami sedang berdansa, maukah kau ikut dengan kami ?
tertawa, suka-ria tiap detik tiap hari ?

anak kecil menjawab :
Hahaha… . aku tahu sebabnya
hanya aku yang tahu sebabnya
ku beritahu sebabnya
kalian, pohon, daun, lebah dan bunga, tak perlu berusaha
karena rejeki kalian telah ada dan tinggal menerima
aku ? manusia ? mengolah kata-kata ! harus berusaha !
lagipula aku adalah anak manusia yang baru saja ditampar oleh rasa kelaparan akan puasa cinta
karena sang kekasih ber-ada nun jauh di sana

dan juga sepertinya dia masih belum yakin apakah aku adalah raja pamungkas di kerajaan hatinya…

hahahaha…. .
kalian, pohon, daun, lebah dan bunga
tidak bisa merasakan kesedihan ini
apakah kalian masih ingin mengajakku tertawa ?

pepohonan, dedaunan, lelebahan dan bebungaan menjawab serentak :
kau tidak sadar
sebenarnya sudah sejak tadi kami telah mendengar KAU TERTAWA !
HAHAHAHA… .
cuma kau tidak menyadarinya
hahaha… .
ha… .

akhirnya mereka tertawa berderai bersama-sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s