Belajar Menulis

Cobalah gambarkan dengan kata-kata tentang warna kuning!

Sialan, kenapa dapatnya warna kuning? Kenapa tidak merah atau hitam saja, seperti warna motor saya? Kenapa harus kuning? Padahal kuning bukanlah warna yang masuk dalam kriteria benak saya untuk difavoritkan. Itu karena setiap membayangkan kuning, selalu saja yang terbayang adalah warna-warna yang menjijikkan seperti warna kotoran manusia, warna ingus, warna gigi yang jarang disikat, penyakit kuning dan lain-lain. Warna ini juga mengingatkan pada salah satu warna partai politik berlambang pohon rindang yang pada waktu berkuasa dahulu memaksakan trotoar-trotoar, pohon-pohon, tembok-tembok rumah bahkan batu-batu pinggir jalan diwarnai dengan kuning!

Kuning. Kenapa dengan kuning? Kenapa hal-hal negatif saja yang keluar saat membayangkan kuning? Baiklah. Kuning… sebentar… kuning adalah transformasi warna daun saat mulai mengering, awalnya hijau kemudian menguning, akhirnya rontok dan berwarna coklat. Ah… coklat… coklat, coklat adalah warna kesukaan saya, rasanya coklat adalah coklat, manis tapi agak pahit seperti rasa es krim magnum membuat rindu, sama seperti ombak pantai Depok yang coklat keputihan atau putih kecoklatan. ah… coklat…. eit, fokus…fokus… topikku sekarang adalah kuning!

Baiklah kuning adalah salah satu warna ciptaan Sang Maha Pencipta yang harus ada karena ia adalah warna primer selain merah dan biru. Kuning bisa jadi warna sayap-sayap penyu di antara mozaik-mozaik hijau tua kulitnya. kuning biasanya menjadi warna kertas pembungkus perekat di belakang stiker. Kuning adalah warna pertengahan saat cahaya matahari yang putih terbiaskan melewati titik-titik air hujan dan membentuk tiga warna: merah, kuning, hijau di langit yang biru, Pelukismu agung siapa gerangan? pelangi, pelangi ciptaan Tuhan.

Kuning adalah warna pertengahan di lampu pengatur lalu-lintas di perempatan jalan. Seharusnya kuning berarti berhati-hati karena persiapan warnanya akan berubah menjadi merah, tetapi yang terjadi, orang-orang malah terburu-buru supaya tidak kedapatan berhenti saat lampu merah. Saat jalanan sepi, biasanya hanya warna kuning ini saja yang menyala tapi berkedip-kedip saja.

Kuning adalah warna untuk berhati-hati, lihat saja di pertandingan sepakbola, pemain yang melanggar peraturan agak berat akan dikenai kartu kuning. Ini dikarenakan supaya mereka yang mendapat kartu kuning lebih berhati-hati lagi mainnya agar tidak kena kartu merah atau dikeluarkan dari panggung permainan.

Kuning adalah warna plat kendaraan umum. Siapa saja boleh menaiki plat kuning asal harus membayar, kecuali pemilik, sopir, kenek, pengamen dan pedagang asongan.

Terus apa lagi? Oh, kuning, kuning. Ow… warna kuning bisa berarti warnanya emas. wow, berarti kuning berarti warna kemegahan. oh, bukan…bukan… emas dan kuning adalah berbeda, kuning ya kuning dan emas ya emas. Saya teringat pelajaran elektro dulu di SMP, tentang pelajaran gelang-gelang warna resistor yang menunjukkan daya tahan resistor, bahwa emas adalah salah satu warna tersendiri, bukan kuning atau yang lain. jadi kuning bukanlah emas.

Kenapa saya menulis tentang kuning? Semua ini gara-gara sebuah buku berjudul Quantum Learning bab 8. pada buku itu dicontohkan warna merah dilihat dari sudut pandang seseorang dan dikupas tuntas. saya yang sudah lupa bagaimana caranya menulis akhirnya gatal juga ingin ikut. Kalau menulis tentang warna merah, tentu sudah tadi dicontohkan, lalu saya menyobek beberapa kertas kecil. masing-masing kertas saya tulis warna-warna, lalu saya gulung kecil-kecil, saya masukkan ke kaleng toples dan saya kocok, ternyata yang keluar adalah warna kuning. Kuning! Buku Quantum itu pada background judulnya juga warnanya adalah kuning!

Lalu apalagi kuning itu? Kuning adalah warna penyusun api, warna semburat matahari, warna spongebob, warna nanas, jagung rebus dan warna beberapa buah lain saat masak. Kuning juga warna dari padi yang telah ranum, berat dan penuh isinya, menunduk dan siap dipanen. Kuning… entah apa jadinya dunia ini bila tak ada warna kuning.

sekian dan terima kasih.

***

Iklan

18 pemikiran pada “Belajar Menulis

  1. Learning by doing. Belajar menulis sambil menulis. I like it.
    Selamat belajar dan dalam kenal.

  2. orang yang suka asin adalah orang yang pencemburu, begitu juga warna kuning, katana menandakan orang yang pencemburu, mohon penjelasana.. 🙂 saya juga suka hitam..hloh..

  3. kuning tuh warna bajumu waktu itu..

  4. Wow kuning..itu warna kesukaanku..*sekilas info* heheh
    Kuning itu ceria..

  5. Logo Asean juga menggunakan warna kuning. Katanya serumpun padi yang diikat erat. Kuning konon juga simbol keagungan.

    Salam

  6. Bebas mas, mbah ya oleh wong ya pancen wis umur … 🙂

  7. Salam persohiblogan
    Daku kembali menyapamu kawan
    Kembali ke dunia yang penuh persahabatan ini
    Rindu rasanya
    Ada puisi anget untukmu, sobat 🙂

    Wah, tulisannya terangkai oleh kata2 yg bagus
    Saya juga terus belajar nulis dengan ngeblog 🙂

  8. wah kuning itu identik banget dengan pekerjaan yang aku pegang sekarang karena brand yang aku pegang berlatar belakang kuning dan kebetulan brand temenku juga kuning
    gak kuning sendirian sih dua brand ini terdiri dari dua warna kuning dan merah tapi lebih banyak kuningnya hehehe

  9. tak bisa dipungkiri lagi,hal pertama yg terlintas di otak saat membaca kata kuning adalah “ikan mas” yang hanyut di kali.. 😆

  10. hehehe… ayo menulis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s