Karena Tandus

sebongkah kecil tanah otak yang Kau pinjamkan untukku,
kini kering dan tandus,
benih-benih pendidikan-Mu tak mampu tertanam di sana
apa yang harus kulakukan?

doapun terpanjatkan:

suburkanlah tanah otak itu lagi agar bisa ditumbuhi pohon pemahaman yang lebat dan banyak daun serta buahnya.

saat kepala disandarkan ke tembok, mata terpejam, menunggu adzan subuh, jawaban itu sudah ada:

berwisatalah ke kebun-kebun yang memuat buah sekitar 36 jenis dan tanda bacanya minimal sesekali saja satu bulan,

adakan peperangan sekaligus perdamaian diatas medan otak itu, agar tanah tandus itu bisa dijejaki kudamu dan kuda lawanmu, agar tanah itu bisa terguyur darah dan keringat minimal sepekan sekali,

tetap datanglah pada pesta-Ku beramai-ramai dengan wajah ceria, lima kali sehari,

tetap baca buku aturan hidup yang sudah Aku terbitkan dan kusampaikan lewat petugas pos-Ku kalau bisa satu hari satu bab,

dan yang terakhir,
berpetak-umpetlah dengan-Ku setiap saat, ok?

***

Iklan

4 pemikiran pada “Karena Tandus

  1. ok

    berpetak umpet juga seru dengan Mu 😀

  2. walau hanya sebongkah kecil, tapi sampai saat ini saya belom “menggarapnya” dengan baik dan benar 😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s