Peliharaan

Dunia masih berputar, seiring peran-peran manusia di panggung hidup juga ikut berputar. Si pemilik blog yang pada postingannya kemarin mengaku bahwa saat itu ia sedang berperan sebagai anak gembala, ternyata kini peran itu bertukar, bertukar ke peran lain. Malah 180 derajat dari peran sebelumnya. Sekarang ia berperan menjadi peliharaan!

Contohnya, ketika pantai Ndrini nan indah itu menawarkan sapuan lebat poni ombaknya, atau uraian rambutnya di angkasa yang berwarna jingga berangsur-angsur memerah dihiasi jepit rambut berupa awan-awan manisyang menari-nari berubah-ubah bentuk dan posisi, atau jemari-jemari pantai berupa pasirnya yang putih cerah… ahhh stop..stop!!! jangan dibaca lagi… Inilah yang membuat si pemilik blog ini merasa sebagai penggembala yang menggembalakan alam ini, tapi sebenarnya dia adalah… peliharaan.

Dia adalah peliharaan dari keadaan di sekelilingnya, keadaan yang menguasainya, karena terlalu lama berkutat dalam kesendirian hingga tak ngeh lagi bila dirinya sudah dikuasai keadaan…

Dia adalah peliharaan dari otaknya sendiri, sehingga ketika otak menyuruhnya ke mana saja, dia pasti ikuti…

Dan yang terpenting, hingga saat ini dia masih saja menjadi peliharaan dari Sang Maha Pemelihara. Kenapa Sang Maha masih saja menstok denyut jantung dan bulir-bulir oksigen buat peliharaan-Nya yang satu ini? Buat semua manusia? Oh… tentu saja karena Sang maha adalah Sang Pencipta dan tentu saja… Pemelihara segala sesuatu.

***

Iklan

3 pemikiran pada “Peliharaan

  1. ada manusia yang ingin mencari sesuatu yang lebih dalam dan bathin (something beyond and deeper). Orang-orang yang melepaskan diri dari dunia (sesuatu yang bukan Tuhan) menuju Tuhan, orang seperti ini disebut as Salik (the traveler). Orang yang sudah sampai menyadari jatidiri dan hakikat itu apa. *mendekatkan otak pada agama* 🙂

  2. hm… pengamat?

    berarti saya pengejar dunia dong, mengejar harta dunia untuk sekedar mengisi sesuatu di perut kerempeng ini, demi tetap eksis, di dunia.

    atau saya mengejar-ngejar kamu, padahal kamu masih hidup di dunia, bukankah itu tandanya saya adalah pengejar dunia? atau saya mengejar-ngejar kamu supaya untuk mendapatkan dirimu, dan memenuhi hasrat fitrah manusia, bukankah saya adalah pengejar dunia?

    hahaha mumet ra?

  3. Kita hidup karena-Nya.
    Kita bernafas karena-Nya.
    Kita dapat tubuh sempurna karena Allah.
    Subhanallah… Nikmat mana yang kita dustakan? 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s