Sejenak Untuk Selamanya

lagu hujan telah memerangkap, tapi perangkapnya adalah untuk membebaskan

tanduk-tanduk hujan mengoyak pintu sangkar sepi dan membebaskan rasa yang ada,

memerangkap untuk membebaskan

bagai tanduk seekor banteng, saat ia menyerang musuhnya

menunduk serendah-rendahnya, untuk kemudian melemparkan musuh setinggi-tingginya,

merendah untuk meninggi

seperti truk yang meliukkan perut kepalanya ke kiri

dengan harapan supaya bisa jalan terus di persimpangan jalanan Indonesia,

mengiri untuk menerus

atau seutas baju hangat, yang dipakai untuk menghangatkan

untuk mengusir, melemparkan dan melepaskan rasa dingin yang mencekam,

memakai untuk melepaskan

dan sore hari  yang hanya sejenak,  seolah untuk hanya singgah di beranda saja

tapi ini merupakan sebuah titik depan dari rumah komitmen kita untuk selamanya,

yakni sejenak

untuk

selamanya…

 

***

Iklan

6 pemikiran pada “Sejenak Untuk Selamanya

  1. misiiii….numpang ngecas hape sejenak yah… 🙂

    listrik yang kupunya apakah sama tegangannya dengan tegangan (hape)mu?

  2. rangkaian kata yang sangat menarik.
    terima kasih dah dishare

    makasxih

  3. om sakti…
    postingannya mellow2 mulu 😀

    biasalah… lagi…palinlop…:)

  4. merendah untuk meninggi
    sejenak untuk selamanya 🙂

    Pemikiran yang dalam!
    ^_^

    sedalam sumur di pedalaman papua!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s