Hutan Rindu

hutan belantara rindu ini semakin lebat saja
pendapatmu, hutan rindu memang menyejukkan, tapi membuat sesat
benar, menyejukkan karena aku tahu kau menungguku di sana
menyesatkan makanya hati liar ini sangat butuh untuk kau ikat

tolong harus kuapakan hutan rindu ini?
tetap menunggumu sambil memupuknya dengan mimpi?
atau menyuruh air hujan kenangan untuk menyirami?
atau membujuk mentari agar sinarnya memasak makanan fotosintesis alami?
sehingga hutan rindu itu tetap abadi?

tolong hutan rindu ini harus kuapakan?
bagaimana kalau aku musnahkan saja sekalian?
kan kubabati pohon-pohonnya dengan gergaji pertemuan?
dan kubakar habis semuanya dengan api pengertian dan pelukan?
sehingga tak lagi tersesat arah mata angin dan arah mata angan?

***

Iklan

8 pemikiran pada “Hutan Rindu

  1. aduh, sore2 merindu.. *sigh*


    ck…ck…ck…

  2. semoga tidak tersesat… 🙂

    Semoga Lot… saya sebagai kapten yang lama tinggal di perahu, hanya bisa mengandalkan arah bau angin 😛

  3. kalau tersesat pake kompas.
    😀

    malam… jarum kompas tidak kelihatan, tidak bawa senter, bau rembulan ditutupi dedaunan 😀

  4. hiahaha.. kangen ni yee sama neh saya juga kangen sm istri yang jauh disana 😀

    nasib kita sama… hiks…

  5. hutan rindunya dijadiin hutan lindung aja mas, biar rindunya bisa dilindungi 😳

    *waduuh.. ngomong apa saya ini*

    btw,thx udah pasang link saya. Saya link balik ya

    regard

    ok boss, makasih

  6. rindu…
    Itu bumbu gurih cinta 😉

    hahahaha, resep makanan cinta

  7. Btw suka dengan analoginya..
    Baru skr denger ada yg pakai kata hutan rindu 😀

    pelopor dong…

  8. rangkaian kata yang sangat menarik.
    terima kasih tuk puisinya

    hm……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s