Ada Apa Dengan Siomay dan Nasi Goreng?

kenangan itu masih saja ada

tentang tawaran pilihan antara pilih siomay atau nasi goreng

 

kenangan itu teringat lagi

saat Pak Mario Teguh menjelaskan masalah kebimbangan harus dihadapi dengan ketegasan

 

apakah menurutmu aku tidak tegas,

sampai harus mengembalikan pertanyaanmu itu: lha kamu sendiri pilih mana?

 

ketika kau menawarkan itu,

ingin sekali kujawab begini:

apakah kau sedang bertanya pada hatiku atau pada otakku?

bila kau bertanya pada hatiku, maka dia akan menjawab: siomay saja

karena siomay komplet, ada daging, tepung, kobis, kentang dan saos kacang yang akan mewarnai tiap sudut lidah dan menyenangkan hati,

walau tidak mengenyangkan… sayang sekali

 

tapi,

bila kau bertanya kepada otakku, maka dia akan menjawab: nasi goreng saja,

karena nasi gorenglah yang paling bisa mengenyangkan perutku yang masih saja lapar sedari siang.

 

dan pilihan kita jatuh ke… nasi goreng…

lalu apa analisis filsafatis dari terpilihnya pilihan nasi goreng itu?

Jingga.

 

***

Iklan

7 pemikiran pada “Ada Apa Dengan Siomay dan Nasi Goreng?

  1. haduh… nasi goreng kok pake analisis filsafatis sgala.. tinggal caplok aja kok :mrgreen:

    yep, tinjauan analisis kritis filsafatis perlu, daripada langsung caplok sambil mringis… hihihi

  2. siomay aja, nasi goreng ngebosenin..


    nasi gorengnya enak lho…

  3. kalao masih lapar y pilih dua2nya aja mas 😀

    penginnya sih, tapi lambungnya gak muat, coba aja ada lambung extended…

  4. Nasi goreng juga bisa lengkap..
    Ada nasi, ada bumbu garam dan sedikit kecap.
    Lalu bisa pakai telor ceplok, sosis potong, sepotong ayam goreng, dua potong timun dan selembar tomat. Lebih kenyang sih. 🙂

    benar, tapi tokoh utama nasi goreng adalah nasinya, sedangkan siomay tokoh utamanya siapa ya? hehehe

  5. nasi-beras-asia-objek jajahan-pasrah = berati?

    hm… bisa ya dan tidak ternyata. Ada sebulir nasi yang ingin memberontak saat di wajan, ia tidak ingin terlumuri kecap saos dsb dan lebih memilih diam mutung di tepi wajan, tapi banyak juga yang menikmati berenang-pinang bergumul dengan saos kecap, minyak ikan, bersama bulir nasi temannya yang lain.

    *weleh, iki jan-jane ngomongi opo to?

  6. Haduh, gitu aja susah… 😐

    Kalo lapar pas jamnya makan utama, saya pilih nasi goreng. 😀
    Kalo lapar pas waktunya kerja (bukan istirahat), saya nyamil siomay. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s