Ketika Pengecut Ingin Bercermin

bila kau bilang aku pengecut,
kau benar

dan kesempatan yang tepat itu tak pernah ada

karena saat ini
aku tengah berada di angkasa
terbang dan melayang
bersuka ria
tapi kulihat di bawah
aku telah meninggalkan tubuhku

aku sedang mati!

 

tubuhku telah jadi bangkai
telah tercabik-cabik pertarungan kemarin
sekarang kulihat di sekitar bangkai itu
ada burung-burung botak berleher panjang, serigala gurun, hyena,
yang meneteskan liurnya sambil mengamati bangkai itu

Tolong beri aku kehidupan lagi,
masukkan aku ke jasad itu lagi,
dan akan kukumpulkan cabikan-cabikan tubuhku
dan akan kubalas kekalahanku ini…

aku butuh cermin,
yang selalu tersenyum padaku
supaya aku bisa meniru senyumnya
dan menghayati bentuknya

aku butuh cermin,
yang menampakkan kelemahan-kelemahanku,
yang menampakkan ketidak-saktianku,
sedetail-detailnya

dan aku butuh ‘cermin’,
supaya bisa diubah,
yang tadinya ‘kalah’
menjadi ‘menang’

 

***

Iklan

7 pemikiran pada “Ketika Pengecut Ingin Bercermin

  1. kesempatan itu bukan di tunggu, tapi di bentuk.
    serius deh, puisi nya suram. tapi kok bikin penasaran yah?

    coba cermin nya di cari, kalau gak ada di toko kosmetik, cari nya di toko material
    😀

    hehehehhe.
    piss mas sakti
    😀

  2. ketidak -saktian hehee
    hmmmmm….hmmmm…..ada spion ni mau??

  3. Kita emang harus bercermin dengan apa yang kita perbuat.
    Bagaimana kelakuan kita, sifat dan sebagainya 🙂

  4. puisi yang bagus tapi kok sedikit sadis ya…. 😮

  5. Hehe setuju ama orange float, agak serem :p
    tp bagus ko 🙂

  6. Keren. Eh, tapi, cermin kan hanya bisa memantulkan kalah kalau di depannya kalah hehe ;p

  7. kalo cermin doang gak akan bisa berubah, tapi perlu ada action juga… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s