Mimpi Yang Dianggap Bukan Maya

 

karena antara mengetahui kenyataan dan bersikap realistis bisa saja berbeda.

Saya tahunya kalau dunia adalah tempat belajar, belajar menerima kenyataan.

Manusia lahir tidak membawa apa-apa, hanya saja ketika ia ditakdirkan bertemu sesuatu, memiliki sesuatu atau menjadi sesuatu karena itu memang di maksudkan seperti itu. Ketika matipun ia membawa konsekuensi atas apa yang ditemui, dimiliki dan seperti apa wujudnya nanti.

 

 

Lihatlah badan pohon besar itu, bisa jadi ia nanti dibentuk sedemikian rupa menjadi lambung-lambung kapal besar lantas kapal itu akan menemani riak-riak air sungai mengalir menuju samudra.

Lalu terbetik di pikiran kapal itu hal-hal manis untuk mengarungi samudra yang luas, mengunjungi dan merapatkan diri di pulau segar nan cantik. Apa salahnya bila kapal bermimpi manis tentang itu? Walau pada kenyataannya nanti ia hanya sekedar bertengger saja sebagai penghias bibir pantai. Apa salahnya ia bermimpi dan banyak berharap?

 

 

lihatlah tubuh pohon besar itu lagi. Mungkin saja pohon besar itu akan masuk ke pabrik industri pengolahan kertas. Dia berubah menjadi ribuan kertas segi empat berwarna putih. Setelah melalui beberapa proses, ada selembar kertas putih yang sampai di tangan seorang anak. Anak itu lalu melipatnya dan dibentuk menjadi sebuah pesawat kecil.

Lalu tercetus harapan dari pesawat itu untuk terbang setinggi-tingginya hingga tak ada perkataan: terlalu tinggi. Ia terbang meliuk mengikuti aliran angin menembus sela-sela awan. Bukankah tak ada salahnya ia ber-angan seperti itu? Walau nanti awan bisa saja berubah warna menjadi kelabu dan menumpahkan curahan peluhnya ke badan pesawat menyebabkan pesawat menjadi oleng, kandas dan jatuh tepat di aspal yang tergenang keringat awan kelabu. Kemudian diinjak kaki-kaki yang lalu-lalang menjadikan sayapnya luruh, rapuh dan lusuh. Apa salahnya pesawat itu bermimpi dan banyak berharap?

 

Bila gula-gula, secangkir coklat hangat dan wajahmu yang manis itu selalu kukonsumsi,

sayangku, tak ada yang perlu kau takutkan bila aku nanti sakit gigi, karena aku selalu gosok gigi. Bila kunanti menderita kencing manis, tak usah kau risau, biar air putih yang kan melarutkannya…

 

Andai saja kau menyuruhku untuk berhenti bermimpi dan berharap terlalu banyak, tak usah kau khawatir bila suatu nanti aku kan terluka,

karena justru harapan itulah yang akan jadi selimut, dan… dan akan menyembuhkan.

karena malah luka itulah yang memberi warna unik dalam hidup. Semuanya baik-baik saja.

***

Iklan

5 pemikiran pada “Mimpi Yang Dianggap Bukan Maya

  1. memang ngga ada salahnya tapi kita mesti juga mengontrol harapan2 itu

    makasih

  2. aku rasa segalanya berjalan sebagaimana kita menginginkannya, sebagaimana anggapan yang kita inginkan… thks for visiting my playground…

    playgroundnya top

  3. Teruslah bermimpi dan berjuang untuk membuatnya menjadi nyata

    siap bos

  4. dream it
    believe it
    achieve it… 😀

    yeah, achieve it with our wings and hand…

  5. We all have dreams in our heads, words in our mouths, stories on our skin and ghosts in our hearts. We are little haunted houses. Dreaming. Dreaming. Dreaming.

    dreaming, kebanyakan tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s