blogger for Safety Riding: Hal-hal Yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Saat Berkendara

topik:Gagasan blogger dalam kampanye keselamatan berkendaraan untuk orang dewasa dan anak-anak

Memang benar kalau yang namanya safety riding harus dimulai dari diri sendiri, tapi yang terjadi, kalau kita sebenarnya sudah berhati-hati dan ternyata kita masih saja mendapat celaka gara-gara pengguna jalan lain yang tidak berhati-hati, lantas siapa yang salah? Baiklah kita tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Berikut 10 hal utama yang mempengaruhi ketidaknyamanan saat berkendara atau bahkan bisa sampai fatal dengan terjadinya kecelakaan lalu-lintas, dimulai dari peringkat 10.

 

10. Iklan/baliho yang terlalu kreatif

Kita termasuk bersyukur bisa hidup di Indonesia di mana jalanan di kota-kota besarnya bagaikan belantara baliho karena sebagian besar dari kita bisa menikmati ke-kreativitas-an para pembuatnya. Termasuk juga dalam hal ini saat-saat kampanye pilkada atau pemilu menjelang. Sayangnya hal ini bisa menimbulkan pecahnya konsentrasi pengendara saat menjelajahi jalanan. Lagipula sering juga terjadi sebuah baliho ambruk menimpa jalanan karena kerangkanya sudah rapuh.

 

9. Jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan lebar jalan


Di satu sisi masyarakat ingin memiliki kendaraan, terutama motor, sendiri demi kelancaran dan efektivitas hidup. Di sisi lain ada perusahaan otomotif yang menjawab kebutuhan masyarakat tersebut serta menjalankan prinsip ekonomi, memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya. Berusaha mempermudah konsumen untuk memiliki motor seperti DP yang terjangkau, ada cashback, adanya hadiah-hadiah undian dan sebagainya. Di sisi lainnya lagi, pemerintah sedikit banyak berusaha menekan pembelian masyarakat terhadap motor melalui pembatasan premium bersubsidi khusus untuk produksi tahun 2005 ke atas. Dan di sisi lain lainnya lagi, ada sebagian masyarakat yang enggan menggunakan kendaraan umum karena kendala-kendala seperti banyak copet, pelecehan di dalam bus, pengamen yang kurang ajar, pengap, halte bau pesing dan sebagainya. Jadinya memang berbanding lurus antara banyaknya kemacetan serta kecelakaan lalu-lintas, dengan banyaknya jumlah kendaraan yang memenuhi badan jalan.

sumber gambar: http://www.realitylapse.com/manga/

8. Mereka yang mencari nafkah di traffic light

Siapa saja mereka? Ada pengamen, penjaja parfum mobil, jasa pembersih kaca mobil, penjaja koran dan pengemis. Ada sebagian mereka yang mungkin berguna, tapi ada yang keberadaannya mengganggu.  Para pencari nafkah ini harus diperlakukan dengan sopan, karena bila saja hati mereka terganggu dengan sikap kita, mereka tidak segan-segan mengeluarkan senjata khusus untuk merusak bodi kendaraan dan bisa-bisa ‘urusan di traffic light jadi panjang’. Traffic light alias bangjo sejatinya digunakan untuk mengatur kelancaran lalu-lintas bukan sebaliknya. Urusan mereka biarlah diurusi oleh Departemen Sosial atau pihak yangberwajib.

 

7. Even/acara yang memenuhi badan jalan

Kalau acara perkawinan, hajatan atau lomba gerak jalan yang menggunakan sebagian badan jalan masih bisa kita maklumi, tapi kalau semisal ada acara demonstrasi, atau panggung hiburan, atau juga misalnya beberapa waktu lalu ada pesulap gondrong sangar yang pamer kemampuan menarik truk seberat belasan ton yang penontonnya hampir memenuhi badan jalan sehingga membuat macet, maka hal ini patut disayangkan.

 

6. Kondisi jalan rusak

Kondisi rusaknya jalan bisa terjadi karena beberapa sebab antara lain, karena bencana alam, kurangnya riset tentang kelabilan tanah saat akan dilapisi aspal, pemilihan aspal yang murah tapi malah cepat rusak, tidak sesuainya kelas jalan yang seharusnya hanya dilalui mobil-mobil kecil tapi dilalui truk-truk besar, serta berbagai macam penggalian yang merusak struktur jalan. Bagi masyarakat pengguna jalan bisa saja melaporkan hal ini  melalui pos pembaca di surat kabar. Sebagian besar kecelakaan lalu-lintas juga terjadi akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

 

5. Pencuri dan perusak rambu-rambu lalu-lintas serta kelengkapan jalan

Sungguh orang-orang semacam ini tega sekali membahayakan keselamatan orang lain. Biasanya yang dicuri adalah cermin cembung yang dipasang di tikungan jalan, lampu peringatan kuning kelap-kelip, besi-besi penyangga jembatan dan biasanya potongan rel kereta api. Bila ada pelaku yang tertangkap basah, silakan dari pihak berwajib menjerat mereka dengan pasal berlapis dan hukuman seberat-beratnya.

 

4. Pemodif kendaraan yang tidak pada tempatnya

Ini biasanya dilakukan pada sepeda motor. Kalau tujuannya untuk unjuk kreativitas di suatu pameran itu boleh-boleh saja, tapi baru jadi masalah saat motor digunakan untuk harian, kaca spion dan lampu depan-belakang tidak ada, knalpot bising atau desain terlalu ceper, banyak masalah yang muncul nantinya saat berhadapan dengan jalan raya.

 

3. Pengendara yang tidak melakukan persiapan saat berkendara

Sebelum berkendara, lakukanlah dua macam cek. Pertama, cek kondisi kendaraan seperti lampu depan, lampu rem, lampu sein, rem dan kondisi ban. Cek yang kedua, adalah cek kesehatan fisik diri sendiri.  Banyak pengendara yang sebenarnya sakit atau tubuhnya sedang lelah tapi memaksakan dirinya untuk berkendara. Ingatlah tubuh bila lelah maka butuh istirahat, banyak kecelakaan lalu-lintas terjadi akibat melalaikan hal ini.

 

2. Pengendara yang tidak bisa membaca rambu-rambu lalu-lintas dan aturan lainnya

Soal-soal ujian untuk mendapatkan SIM, sesungguhnya sudah sangat komplit membahas rambu-rambu, sehingga mereka-mereka yang lulus ujian sudah siap diterjunkan di jalan raya. Namun bila ada seseorang yang sudah punya SIM tapi masih melanggar juga, maka patut dipertanyakan darimana dia mendapatkan SIM.

 

1. Pengguna HP saat berkendara

Untuk yang satu ini, adalah orang-orang sok sibuk yang tidak punya waktu untuk sekedar berhenti sejenak di pinggir jalan untuk menjawab telepon atau menjawab sms, atau apakah ada orang yang browsing atau facebook-an atau tweeter-an lewat hp saat berkendara? Kalau ada ya sudah keterlaluan. Orang-orang seperti ini sudah tidak sayang nyawa lagi rupanya, bagaikan memanggil malaikat pencabut nyawa dengan panggilan yang mesra.

 

Safety riding memang sangat perlu dimulai dari diri sendiri, tapi tidak cukup hanya itu saja, banyak hal-hal di luar diri kita yang harus diwaspadai seperti 10 hal di atas. Maka dari itu saat berkendara sangat diperlukan konsentrasi tinggi tapi tetap rileks. Bila kita sudah berusaha memenuhi syarat-syarat safety riding, maka langkah selanjutnya sebelum berkendara adalah berdoa, semoga kita bisa terhindar dari bahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu-lintas.

***

Iklan

11 pemikiran pada “blogger for Safety Riding: Hal-hal Yang Mempengaruhi Ketidaknyamanan Saat Berkendara

  1. untuk kendaraan yang dimodif hingga tidak fungsional lagi seperti di atas emg sebaiknya jangan dipakai lagi…selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain tuh menurut saya…

  2. Kumplit oi…semoga sukses dilombanya ya…

  3. suka banget postingan ini. hmm… baru beberapa hari yang lalu temenku kecelakaan, yang sedihnya diakibatkan oleh kelalaian pengguna jalan yang lain, yang berjalan ngebut di jalur orang (alias bukan jalurnya sendiri). sedih sekaligus marah, semoga orang2 yang membahayakan nyawa orang lain di jalanan itu semakin berkurang ya…

    iya, semoga berkurang, sukur-sukur ilang…

  4. kalo di Ambon terutama di pusat kota, banyaknya yang nomor 9, kendaraan melimpah tapi tidak didukung sarana jalan yang bagus..
    dan tentu saja perilaku pemakai jalan juga yang ugal-ugalan..

    sukses ya mas..

    iya, Di Jakarta, Semarang, Jogja… Semoga kita berdua sukses Kang…

  5. pagi..

    Setuju banget tuh hal2 di atas,terkadang dari kita nya sebagai pengendara sudah hati2,tapi yaitu faktor2 dari luar yang bisa memicu kecelakaan lalu lintas.
    Di tempatku di bandung 10 hal diatas banyak banget aku temui,yah tinggal berdoa aja dan tetep waspada agar kita selamet di jalan amin..

    salam

    Langkah terakhir memang berdoa saja… 🙂

  6. Wah ini lengkap sekali, mulai dari baliho sampai pedagang asongan.

    Memang tidak mudah menertibkan hal2 seperti itu ya. Yg penting pengendara memang harus sadar keselamatan diri dulu.

    itu kalau di darat, yang di air dan udara belum ada.

  7. Yang jelas pemerintah juga mesti aware sama issue banyaknya kendaraan yang ada di jalan, sementara jalannya kan nggak tambah lebar.
    Jadi, peran negara dalam membatasi peredaran kendaraan juga penting sepertinya.

    pemerintah khan juga pakai jalan yang sama, apa pemerintah keseringan pakai kendaraan udara kali ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s