Rasanya diakui, rasanya mengakui

Hari ini 27Desember 2010, mengingatkan kalau tanggal ini, bagi seorang sejarawan Indonesia, adalah tanggal penting karena 27 Desember1949 adalah saat-saat penyerahan kedaulatan dari Belanda ke negeri ini dan otomatis Belanda mengakui bahwa negara Indonesia adalah benar-benar “negara “, walaupun  kemudian pada tahun 2005 kemarin Belanda meminta maaf dan meralat kalau sebenarnya Belanda sudah mengakui “keberadaan” Indonesia sejak 16 Agustus 1945. Biarkan saja, masalah tanggal pengakuan bukanlah hal penting.  Malahan sebenarnya Mesir-lah yang sebenarnya mengakui negeri ini pada 22 Maret 1946, kesannya beritanya kemerdekaan Indonesia terlambat sampai ke Mesir karena saat itu belum ada komunikasi canggih seperti sekarang. Berita itu sampai ke Mesir karena berita tersebut dibawa oleh para kelasi kapal.

Tentu bahagia rasanya bila negeri ini diakui pertama kali sebagai ‘negara’.

Beralih ke soal lain, lantas, sebagai pribadi, apakah kau, kau, dan kau yang di belakang situ, sudah diakui sebagai pribadi yang diakui?

Apakah kau sudah diakui oleh negara bahwa kau adalah salahsatu warganya?

Bila kau adalah murid, apakah guru-guru sudah mengakuimu kalau kau adalah anak didiknya?

Bila kau seseorang yang sudah punya pasangan hidup, apakah kekasihmu sudah mengakuimu kalau kau adalah pasangannya?

Bila kau seorang teman, apakah sahabatmu sudah mengakui kalau kau adalah sahabatnya?

Bila kau seorang musuh, apakah musuhmu sudah mengakui kalau kau adalah benar-benar lawan yang harus dilawan karena sebab-sebab tertentu?

Dan bila kau adalah seseorang yang sedang kalah kemarin, kalah bertanding, maukah kau mengakui kekalahan dan mengakui kehebatan musuhmu, tanpa perlu ada banyak alasan?

***

 

 

Iklan

11 pemikiran pada “Rasanya diakui, rasanya mengakui

  1. ah ya.. derajad ente sebagai femulung rufanya masih di bawah anna… anan ni femulung kelas berad.. gyahahaha…

    ayo beri hormad pada femulung seniormu ini :p

    ah ya… ty dah mamfir ke tong samfah koe…

  2. ah ya 1 komen lagi… SATIR yg indah… isi fost’y sangad menyentuh.. ente fintar dalah hal satir menyatir

  3. menarik kalimat terakhir menanggapi kekalahan timnas :D. salam kenal ya, ini ada undangan lomba ngeblog dari belajar inggris dot net berhadiah jutaan. terima kasih 🙂

  4. Status dan pengakuan serasa sangat penting.
    Dan semua itu bersumber dari anggapan &persepsi orang,
    hmm

  5. mengakui ya
    tapi mesti objiktif 🙂

  6. Hmmm..intinya tetap berjiwa besar kan walaupun di akui ataupun tidak, toh sikap obyektif kita pasti ending juga akan dinilai orang lain kalo itu emank positif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s