
mana huruf-huruf bersayap indah yang dahulu sering berenang-pinang di padang pemikiran ini?
padang itu yang dahulunya penuh bunga-bunga berwarna-warni, kini tandus
bunga-bunga itu tak bertahan lama karena tak ada lagi yang membantu penyerbukannya
tak ada angin sejuk, tak ada huruf bersayap indah, apa lagi?
kesibukan dan keegoisan mengeringkan padang itu, rumah hati, resolusi dan segalanya
kebahagiaan baru bisa disebut kebahagiaan bila bisa dibagi*
bagaimana aku bisa membaginya?
bagaimana aku bisa membaginya, bila yang membahagiakanku ternyata hanya ‘biasa saja’ baginya?
bagaimana bila ternyata yang membahagiakannya bertentangan dengan pohon nilai yang telah selama ini berurat-akar di padang itu?
selama hidup selalu sendiri, bersyukur menjalaninya dan menganggap semua ini indah dalam segala hal: keterindahan dan ketertandusan
sambil memandang padangku itu, pemilik padang yang lain berkata: padangmu menyedihkan
lantas, mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang?**
***
PS:
*Film: In To The Wild
**Lagu: Seberapa Pantas: Sheila On 7
Meskipun memberi tanda tanya pada akhir judul baik itu judul artikel judul buku adalah sebuah langkah strategis si pembuatnya supaya membangkitkan rasa penasaran, tapi bagi saya….








